KALIMANTAN TIMUR — PT Astra Honda Motor (AHM) membuka bulan September dengan kejutan. Bukan skutik atau bebek biasa, melainkan Honda ST125 Dax yang mengusung konsep iconic leisure bike—motor mini 125cc berpenampilan klasik yang harganya jauh di atas perkiraan banyak orang.
Banderol Rp 84,5 juta untuk ST125 Dax setara dengan CBR250RR SP yang dijual Rp 86 jutaan di situs resmi AHM. Dengan kata lain, motor ini bukan barang konsumsi massal, melainkan mainan eksklusif bagi kolektor yang mencari kebanggaan berkendara berbeda.
Fakta bahwa motor 125cc dibanderol mendekati superbike 250cc jelas menjadi perbincangan di kalangan penggemar. Namun AHM punya alasan kuat: ST125 Dax membawa warisan sejarah panjang sejak pertama kali diperkenalkan secara global pada 1969.
Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, menyebut motor ini memiliki karakter kuat yang memberi pengalaman berkendara berbeda. Ia dirancang untuk menemani pengendara lepas dari rutinitas harian dengan cara menyenangkan sekaligus mengekspresikan karakter personal.
Nilai historis itu yang coba dijual AHM. Bagi peminat motor klasik dan unik, harga tersebut dianggap sepadan dengan statusnya sebagai barang hobi yang menyatukan unsur sejarah, estetika, dan teknologi modern.
ST125 Dax versi 2026 tampil dengan sentuhan visual segar. Nostalgia retro langsung terlihat dari rangka unik berbentuk T yang sekaligus berfungsi sebagai tangki bahan bakar—ciri khas yang melekat sejak generasi awal.
Setang tinggi berwarna krom, knalpot dengan pelindung krom, serta aksen garis hitam bertuliskan "Dax" di tengah rangka memperkuat kesan klasik. Logo wing lawas dan ilustrasi kartun anjing Dachshund—asal muasal nama Dax—menambah daya tarik visual yang tidak dimiliki motor lain.
Soal performa, motor ini dibekali mesin SOHC 125cc berpendingin udara dengan 4 percepatan. Diameter dan langkah 50 x 63,1 mm, kompresi 10:1, dan teknologi PGM-FI menghasilkan tenaga maksimal 6,6 kW di 7.000 rpm serta torsi puncak 10,4 Nm di 5.000 rpm.
Kopling sentrifugal membuat pengoperasiannya semudah skutik, cocok untuk dipakai harian di tengah kemacetan. Mesinnya juga cukup lincah untuk bermanuver di area perkotaan.
Sektor kaki-kaki tidak main-main untuk ukuran motor mungil. ST125 Dax memakai suspensi depan inverted telescopic dan suspensi belakang ganda yang meredam guncangan optimal.
Sistem pengereman mengandalkan cakram hidrolik 220 mm di depan dan 190 mm di belakang. Fitur ABS satu channel dan Inertial Measurement Unit (IMU) disematkan untuk mencegah ban belakang terangkat saat pengereman mendadak—teknologi yang lazim ditemui di motor pacuan.
Meski tampil klasik, pencahayaan sudah sepenuhnya LED—mulai lampu depan bulat, lampu belakang, hingga sein. Panel meter digital dengan negative display menyajikan informasi berkendara dengan jelas.
Jok setinggi 778 mm dibuat lebih panjang demi kenyamanan berboncengan, lengkap dengan besi pegangan belakang untuk keamanan penumpang. Ban 12 inci (120/70 depan, 130/70 belakang) membungkus velg mungil yang memberi kesan tangguh.
AHM memasarkan ST125 Dax dalam dua varian warna baru: Candy Energy Orange yang ekspresif dan Pearl Shining Black yang elegan. Keduanya bisa dilihat di jaringan dealer resmi Honda di seluruh Indonesia.