BALIKPAPAN — Pelaku UMKM di Balikpapan tidak cukup hanya mengandalkan produk berkualitas untuk bersaing. Kemampuan mengemas identitas lokal dan menguasai platform digital menjadi syarat mutlak agar produk tembus pasar nasional, apalagi dengan posisi kota ini sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pesan itu mengemuka dalam Bhayangkari Akademi Content Creator yang digelar bersama Falogo dan TikTok Shop. Nurlena Rahmad, yang juga menjabat Ketua TP PKK Balikpapan, tampil sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman mengembangkan produk kerajinan daerah.
Nurlena mencontohkan batik bermotif Kelubut yang dikembangkannya. Setiap motif pada kain itu, kata dia, menyimpan cerita yang bisa menjadi nilai jual tersendiri di mata konsumen.
"Jadi, konsumen bukan hanya membeli produknya, tapi juga mengenal cerita dan identitas di balik karya itu," katanya.
Menurut dia, produk kerajinan dan batik dari Balikpapan membawa nilai ekonomi sekaligus narasi budaya. Justru narasi inilah yang membedakan produk lokal dari produk massal lainnya.
Di hadapan para peserta, Nurlena menekankan bahwa platform digital memberikan ruang pertumbuhan yang sebelumnya sulit dijangkau pelaku usaha kecil. Lewat konten kreatif, pelaku UMKM bisa memperkuat promosi sekaligus membangun keterikatan dengan calon konsumen.
"Saya senang bisa berbagi pengalaman, insight, dan semangat kepada para peserta untuk terus berani berkarya, mengembangkan kreativitas, serta memanfaatkan dunia digital sebagai ruang untuk bertumbuh dan memberikan dampak positif," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peluang besar dari keberadaan IKN harus diimbangi dengan perbaikan di sisi hulu. Kualitas produk, kemasan, hingga strategi promosi perlu ditingkatkan secara bersamaan.
Bagi Nurlena, pengembangan usaha mikro bukan sekadar mengejar angka penjualan. Lebih dari itu, UMKM berperan memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota penyangga dan gerbang menuju IKN.
"Tidak gampang untuk menaikkan kelas, untuk mempromosikan khasnya Kota Balikpapan," ujar Nurlena soal tantangan yang dihadapi para pengrajin lokal.
Dia berharap ilmu yang dibagikan dalam kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk menghasilkan karya yang dikenal hingga pasar nasional dan lebih luas. "Semoga ilmu yang dibagikan hari ini bisa menjadi langkah kecil menuju karya-karya besar untuk UMKM Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur," tutupnya.