Mahasiswi Polnes Samarinda Teliti Fasilitas Penginapan Negeri Jahetan Layar di Kutai Lama, Ini Temuannya

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:22:01 WIB
Mahasiswi Polnes Samarinda meneliti pengaruh kualitas fasilitas terhadap kepuasan wisatawan di Penginapan Negeri Jahetan Layar, Kutai Lama.

SAMARINDA — Pengalaman belajar di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) mendorong Alifah Za'ima Nurhasanah menerapkan ilmu pariwisatanya melalui penelitian lapangan. Ia memilih Penginapan Negeri Jahetan Layar di Kutai Lama sebagai lokasi riset mengenai pengaruh kualitas fasilitas terhadap kepuasan wisatawan.

Untuk mengumpulkan data, Alifah melakukan survei dan menyebarkan kuesioner kepada para pengunjung yang datang ke destinasi tersebut. Hasilnya, ia mendapati bahwa kualitas fasilitas berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan wisatawan.

Empat Aspek Fasilitas yang Perlu Dibenahi

Dalam penelitiannya, Alifah menyoroti beberapa aspek fasilitas yang dinilai masih bisa dikembangkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Ia menyebut area parkir, pencahayaan, dan jaringan internet atau WiFi sebagai prioritas utama yang perlu perbaikan.

"Nyatanya kualitas fasilitas di Penginapan Negeri Jahetan Layar sangat berpengaruh dikarenakan wisatawan ingin merasakan puas ketika habis berkunjung ke tempat wisata tersebut," ujar Alifah, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pengembangan fasilitas merupakan bagian penting dari upaya memberikan pengalaman terbaik kepada wisatawan. Ia berharap hasil kajiannya bisa menjadi masukan konkret bagi pengelola destinasi untuk meningkatkan pelayanan.

Target: Wisatawan Kembali Berkunjung

Alifah berharap penelitiannya tidak hanya berhenti sebagai syarat kelulusan, tetapi juga berdampak nyata bagi kemajuan destinasi. Ia ingin Penginapan Negeri Jahetan Layar kembali ramai dikunjungi, dengan wisatawan yang merasa puas dan berniat datang lagi.

"Dampak yang ingin saya berikan dalam penelitian saya ini adalah bisa membuat tempat destinasi tersebut kembali ramai, orang-orang ingin terus kembali berkunjung tidak hanya sekali dan merasa puas dengan fasilitas yang diberikan," tuturnya.

Pariwisata Bukan Sekadar Jalan-Jalan

Bagi Alifah, tugas akhir ini menjadi ajang mengaplikasikan ilmu yang ia peroleh selama kuliah di Polnes. Ia menegaskan bahwa pembelajaran pariwisata tidak hanya berkutat pada destinasi, tetapi juga membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

"Banyak yang kira pariwisata itu jalan-jalan. Tapi di Polnes saya belajar sisi profesionalnya," ungkapnya.

Pengalaman itu ia dapatkan melalui kegiatan presentasi di kelas dan praktik guiding wisatawan. Dari sana, Alifah memahami bahwa kemampuan public speaking dan soft skill menjadi modal penting saat memasuki dunia kerja.

Ia juga belajar beradaptasi dalam berbagai situasi pelayanan. Keluhan wisatawan maupun perubahan jadwal mendadak, misalnya, menuntut sikap tenang, ramah, dan kemampuan mencari solusi cepat.

"Kami diajarkan bahwa kepuasan tamu adalah nomor satu. Jadi saya terbiasa berpikir cepat, ramah dalam kondisi apa pun, dan kerja tim. Itu modal utama saya di industri pariwisata," katanya.

Melawan Rasa Malas Demi Orang Tua

Di balik penelitiannya, Alifah mengaku sempat menghadapi tantangan, terutama melawan rasa malas saat menjalani proses bimbingan dengan dosen. Namun, perjuangan orang tua menjadi motivasi terbesarnya untuk menyelesaikan pendidikan.

"Cara saya bangkit adalah melawan rasa malas sambil mengingat perjuangan orang tua yang sudah banyak mengorbankan segalanya untuk kebutuhan kuliah saya," pungkasnya.

Lewat pendidikan di Polnes, Alifah tidak hanya memperoleh pengetahuan pariwisata, tetapi juga pengalaman meneliti, berkomunikasi, memberi pelayanan, bekerja sama, dan beradaptasi sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: insitekaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top