Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur mencatat ekspor hasil perikanan mencapai 231,6 ton dengan nilai Rp 38,6 miliar dalam sebulan terakhir. Udang windu beku mendominasi pengiriman dengan volume 104,7 ton dan nilai jual lebih dari Rp 24,6 miliar ke pasar Jepang, Taiwan, Malaysia, hingga Amerika Serikat.
SAMARINDA — Tembusnya pasar global menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor kelautan Kalimantan Timur. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat volume ekspor hasil perikanan mencapai 231,6 ton dengan nilai ekonomi Rp 38,6 miliar, sekaligus menjadi indikator produktivitas nelayan dan pembudi daya di wilayah pesisir.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing DKP Kaltim, Irma Listiawati, menyebut pencapaian ini merupakan wujud nyata peningkatan produksi. "Pencapaian ekspor perikanan itu merupakan wujud nyata peningkatan produktivitas nelayan dan pelaku usaha budi daya di wilayah Kalimantan Timur," ujarnya di Samarinda, Selasa.
Udang windu beku menjadi komoditas andalan dengan volume pengiriman 104,7 ton. Sumbangsihnya terhadap nilai ekspor mencapai lebih dari Rp 24,6 miliar.
"Udang windu beku kami telah menembus pasar strategis global secara berkelanjutan seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, hingga Amerika Serikat," tutur Irma.
Selain udang, DKP Kaltim mencatat pengiriman ikan segar seperti bawal, kerapu, kakap, dan kuro ke sejumlah negara mitra dagang. Tiongkok, Singapura, Hong Kong, dan Arab Saudi menjadi tujuan utama distribusi rutin komoditas laut tersebut.
Kualitas tangkapan menjadi perhatian utama agar daya saing di pasar internasional tetap terjaga. "Kami terus mendorong nelayan untuk menjaga standard mutu tangkapan agar kualitas ikan segar Kaltim tetap diakui oleh konsumen mancanegara," kata Irma.
Diversifikasi produk juga berjalan melalui ekspor rumput laut kering sebanyak 12,4 ton senilai Rp 396 juta. Pengiriman ini khusus memenuhi permintaan pasar Korea Selatan.
"Diversifikasi produk seperti ekspor rumput laut itu membuktikan bahwa potensi maritim kami sangat luas dan mampu memberdayakan masyarakat pesisir," ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP), tren pengiriman ekspor kelompok udang terus menunjukkan performa positif. Keberhasilan ini diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi pelaku usaha perikanan lokal di berbagai pesisir Kaltim.
"Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan nelayan akan terus diperkuat guna mewujudkan stabilitas ekonomi biru yang inklusif menuju Indonesia Emas," demikian Irma.