SAMARINDA — Suasana khidmat menyelimuti prosesi pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PJI Kalimantan Timur yang berlangsung di Gedung UPTD Taman Budaya Provinsi Kaltim. Momen ini menjadi istimewa karena berlangsung tepat di hari jadi PJI yang ke-28, sekaligus menandai lahirnya kepengurusan baru di provinsi yang tengah menjadi pusat perhatian nasional akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Prosesi pelantikan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Jerison Togelang sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, sebagai bentuk penghormatan kepada pucuk pimpinan organisasi, yang kemudian diteruskan kepada sang istri, Susy, sebagai apresiasi atas dukungannya selama ini.
Dalam sambutannya, Hartanto Boechori menegaskan bahwa jabatan di organisasi profesi bukanlah sekadar kehormatan, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab penuh. Ia mengingatkan seluruh jajaran pengurus PJI Kaltim untuk senantiasa berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik dan menjaga independensi di tengah dinamika informasi yang kian kompleks.
"PJI bukan sekadar organisasi. PJI rumah bagi jurnalis dan wadah untuk membangun profesionalisme, integritas, serta menjaga marwah pers," ujar Hartanto Boechori di hadapan para pengurus dan insan pers yang hadir.
Ia juga menekankan pentingnya kekompakan internal. "PJI diperhitungkan karena kekompakan kita dan wajib tetap kita jaga," pesannya tegas.
Hartanto Boechori menyoroti posisi strategis Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan IKN. Menurutnya, hal ini menempatkan daerah tersebut di pusaran perhatian nasional dan internasional, sekaligus menuntut peran pers yang lebih konstruktif.
Kehadiran PJI Kaltim diharapkan mampu menjadi kekuatan pers yang kritis dan profesional, bukan alat kekuasaan. Pers yang sehat, lanjutnya, adalah mitra strategis pembangunan yang menjaga akal sehat publik di tengah akselerasi pembangunan IKN.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kaltim, perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kaltim, serta Irjen Pol. Yehu Wangsajaya yang hadir dari Jakarta. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan sinergi antara organisasi profesi dan pemangku kepentingan daerah.
Ketua DPD PJI Kaltim yang baru dilantik, Jerison Togelang, menyatakan kesiapannya mengemban amanah organisasi. Ia berkomitmen untuk merajut soliditas seluruh anggota PJI se-Kalimantan Timur dan membangun organisasi yang profesional.
"Dari Kalimantan Timur, semangat Persatuan Jurnalis Indonesia kita kuatkan. Kami siap bekerja, membangun organisasi, dan menjaga marwah pers sesuai arahan Ketua Umum PJI," ujarnya mantap.
Pengukuhan ini menjadi penanda babak baru bagi PJI Kaltim. Organisasi ini diharapkan mampu memperkuat kelembagaan dan mengangkat standar profesionalisme wartawan di daerah yang kini menjadi lokasi ibu kota negara baru. Acara ditutup dengan pekikan yel-yel "PJI, Penegak Pilar Demokrasi" dari seluruh anggota yang hadir.