Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memperingatkan potensi peningkatan titik panas di Kalimantan Timur seiring prediksi puncak fenomena El Nino yang lebih kering pada September hingga Oktober mendatang. Saat ini, wilayah Kaltim tengah menuju fase kuat El Nino dengan tingkat kekeringan tinggi, meski sejumlah kabupaten dan kota masih berpeluang mengalami hujan ringan.
BALIKPAPAN — BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan menyebut dominasi cuaca panas di Kalimantan Timur terjadi karena pengaruh Monsun Australia yang membawa udara lebih kering. Kondisi ini diperparah dengan prediksi menguatnya fenomena El Nino yang berdampak pada berkurangnya curah hujan secara signifikan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan fase puncak El Nino yang lebih kering di Kaltim diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober tahun ini. Imbasnya, potensi kemunculan titik panas di bulan-bulan tersebut dinilai bisa lebih tinggi dibandingkan saat ini.
Meski didominasi panas, peluang hujan ringan masih terbuka di sejumlah wilayah. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan sempat mengguyur Samarinda dan Balikpapan pada pagi hari. Sementara itu, sejumlah daerah lain diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada rentang waktu yang berbeda-beda.
Menghadapi musim kemarau yang lebih kering, BMKG menekankan pentingnya penguatan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Edukasi dan pendekatan langsung ke masyarakat dinilai menjadi langkah paling mendesak, terutama untuk mencegah praktik pembakaran saat membuka lahan pertanian maupun perkebunan.
"Pembakaran yang dilakukan berpotensi membakar lahan lain saat terjadi angin kencang," kata Huda Abshor Mukhsinin di Balikpapan, Senin.
Ia juga mengingatkan aktivitas sehari-hari yang kerap memicu karhutla, seperti membakar sampah sembarangan serta membuang puntung rokok yang masih menyala di area perkebunan atau hutan. Hal ini dinilai sangat berbahaya karena dapat membakar daun kering yang mudah terbakar.
"Ini memerlukan kesadaran tiap individu dan harus terus menerus diingatkan," ujarnya.
Huda menambahkan, fase El Nino saat ini belum berada pada puncaknya, sehingga kewaspadaan seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, harus terus ditingkatkan dalam beberapa pekan ke depan.