Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari pertama dengan menyemai 800 kilogram garam di kawasan utara IKN, Sabtu. Penyemaian difokuskan pada area 20–30 mil di utara IKN, termasuk di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku yang menjadi sumber cadangan air bersih. Operasi ini menyasar titik-titik pemasok air ke embung dan intake agar volume cadangan air kembali naik di tengah musim kemarau.
BALIKPAPAN — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari pertama di kawasan utara Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi berjalan dengan penyemaian 800 kilogram garam, Sabtu. Garam ditaburkan di sejumlah titik yang memiliki potensi pertumbuhan awan untuk memicu hujan di wilayah terdampak kekeringan.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, penyemaian dilakukan pada area sekitar 20–30 mil di utara IKN. Titik utama penyemaian berada di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku yang menjadi sumber cadangan air bagi kawasan tersebut.
"Operasi hari pertama difokuskan untuk memicu hujan di titik-titik yang memasok air ke embung dan intake. Tujuannya agar volume cadangan air bisa kembali naik," ujar Danis di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu.
Pesawat Casa 212 A-2105 milik TNI AU diterbangkan dari Base Ops Lanud Dhomber sekitar pukul 16.00 Wita. Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia tersebut membawa bahan semai berupa garam NaCl.
Penerbangan dilakukan oleh Kapten Pnb Tsalis Fahmi bersama kru Skadron 21 Lanud Abdurachman Saleh. Armada ini memiliki kemampuan terbang hingga empat jam dan kapasitas angkut bahan semai hingga 800 kilogram.
Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana menjelaskan, operasi ini dijadwalkan berlangsung pada 22–27 Agustus 2026. Penjadwalan ini mempertimbangkan data BMKG Balikpapan yang menunjukkan pertumbuhan awan potensial sangat terbatas pada musim kemarau saat ini.
Pemantauan atmosfer dilakukan secara berkala untuk menentukan titik penyemaian yang paling optimal menghasilkan hujan. Operasi akan berlanjut pada Minggu (23/8) dengan menyesuaikan perkembangan awan dan kondisi atmosfer harian.
Selain OMC, Otorita IKN tengah menyiapkan langkah strategis lain demi menjaga ketersediaan air bersih. Salah satunya mengupayakan interkoneksi Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku untuk menyeimbangkan volume air dalam menghadapi kondisi cuaca kering.