Pemkab Berau Pakai Drone Pertanian untuk Tarik Minat Generasi Muda, Produktivitas Padi di Labanan Jaya Turun Akibat Kekeringan

Penulis: Valdi Pratama  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:42:31 WIB
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meninjau dan ikut panen padi di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (20/8/2026).

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mendorong modernisasi pertanian dengan penggunaan drone untuk penyemprotan hama dan pemupukan guna menarik minat generasi muda menjadi petani. Langkah ini ditempuh di tengah ancaman perubahan iklim yang menyebabkan sebagian lahan sawah di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, gagal panen dan produktivitas padi merosot.

BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai menerapkan teknologi drone untuk penyemprotan hama dan pemupukan di lahan pertanian. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan langkah ini sekaligus menjadi cara untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian.

"Penerapan teknologi drone pertanian untuk penyemprotan hama dan pemupukan sudah mulai diterapkan di Berau. Harapan kami, langkah ini menjadi bagian untuk menarik generasi muda agar terjun ke pertanian," ujar Sri Juniarsih Mas di Berau, Jumat.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sektor ini serta memberikan dukungan terhadap usaha dan produktivitas para petani.

Pertanian Modern, Bukan Sekadar Pekerjaan Tradisional

Generasi muda diajak melihat pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi sebagai sektor usaha yang bisa dikembangkan dengan penerapan teknologi dan sistem pertanian modern. Hal ini dinilai penting untuk menjawab tantangan ke depan, terutama dampak perubahan iklim yang bisa menurunkan produksi.

75 Hektare Sawah di Labanan Jaya Masih Bisa Dipanen

Dampak perubahan iklim itu terlihat saat Bupati Sri Juniarsih Mas meninjau dan ikut panen bersama di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (20/8/2026). Dari total 118,7 hektare lahan yang ditanami padi warga, sekitar 75 hektare masih dapat dipanen.

Sementara itu, 11,5 hektare lainnya mengalami gagal panen akibat kekeringan dampak musim kemarau. Produktivitas padi di kampung tersebut juga turun drastis menjadi rata-rata 3,19 ton per hektare, padahal varietas padi premium yang ditanam seharusnya bisa mencapai 8 ton per hektare dalam kondisi normal.

Total Sawah 336 Hektare, Terdiri dari Lahan Baku dan Cetak Baru

Total sawah di Kampung Labanan Jaya saat ini mencapai 336 hektare. Rinciannya, 268 hektare merupakan luas baku sawah dan 68 hektare lainnya hasil cetak sawah baru.

"Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para petani yang tetap berupaya mempertahankan produksi pangan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, meski produktivitas padi menurun," kata Sri Juniarsih Mas.

Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sistem pertanian yang lebih modern guna memastikan usaha para petani mendapat dukungan optimal di tengah ketidakpastian cuaca.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top