Kemarau Meluas di Kaltim, Kemenag Imbau Salat Istisqa Digelar Serentak di Tiap Daerah

Penulis: Zaki Mubarak  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:44:01 WIB
Jemaah melaksanakan Salat Istisqa di Samarinda, Jumat (21/8), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau yang meluas di Kalimantan Timur.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Timur mendorong seluruh daerah yang mulai terdampak kekeringan dan kebakaran untuk menggelar Salat Istisqa. Imbauan ini disampaikan setelah Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda lebih dulu melaksanakan salat meminta hujan pada Jumat (21/8).

SAMARINDA — Dampak kemarau yang memicu kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mendorong Kemenag Kaltim memperluas imbauan pelaksanaan Salat Istisqa. Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq menyatakan daerah lain yang mulai merasakan kerugian akibat kekeringan dipersilakan menggelar salat serupa menyesuaikan kondisi masing-masing.

“Di daerah lain karena sudah merasakan dampak-dampak yang terjadi pada saat ini, banyaknya kebakaran dan mungkin merugikan kepada masyarakat, tentu mereka juga akan melaksanakan,” ujar Khaliq usai memimpin Salat Istisqa di Samarinda.

Berau dan Kukar Lebih Dulu Menggelar Salat Minta Hujan

Pelaksanaan Salat Istisqa di Kaltim diawali di Kabupaten Berau dan Kutai Kartanegara. Kedua daerah tersebut lebih dulu merasakan dampak musim kemarau sebelum akhirnya kegiatan serupa digelar di Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kaltim.

Menurut Khaliq, kondisi kemarau yang mulai dirasakan masyarakat merupakan momentum untuk memperbanyak ikhtiar dan doa. Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar keagamaan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Jemaah Diajak Perbanyak Istigfar dan Jaga Lingkungan

Dalam pelaksanaan di Samarinda, jemaah yang hadir turut diajak memperbanyak istigfar dan memohon ampunan. Pesan tersebut disampaikan melalui khotbah setelah rangkaian salat selesai dilaksanakan.

“Banyaklah beristigfar, banyaklah meminta ampun kepada Allah, lalu memohon diturunkan hujan,” kata Khaliq.

Selain memperbanyak doa, Kemenag Kaltim mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran lahan dan memperburuk kondisi udara.

“Tentu kita harapkan untuk menjaga dan mencintai alamnya supaya tidak membakar sembarangan,” pungkasnya.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: infosatu.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top