KALIMANTAN TIMUR — Perayaan kemerdekaan selalu menjadi momen krusial bagi keandalan kelistrikan nasional. Untuk tahun ini, PLN UID Suluttenggo bergerak lebih awal dengan menyiagakan personel dan peralatan di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat kegiatan seremonial.
Manajer PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa kesuksesan pengawalan ini adalah bentuk komitmen penuh insan PLN dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta pemerintah daerah dalam merayakan momentum bersejarah bangsa.
Pengawalan pasokan listrik tidak hanya terpusat di lapangan upacara utama. Tim teknis PLN diterjunkan untuk memantau sejumlah fasilitas krusial secara bergantian. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengamanan antara lain kantor pemerintahan, markas TNI/Polri, rumah sakit, hingga pusat keramaian publik.
Wilayah operasional yang menjadi fokus pengamanan mencakup tiga provinsi, yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Dengan cakupan area yang luas, koordinasi antara pusat kontrol distribusi dan tim lapangan dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi potensi gangguan.
Upaya menjaga listrik tetap menyala tanpa kedip membutuhkan persiapan matang. Sebelum puncak acara, PLN telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jaringan transmisi dan gardu induk. Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan tidak ada titik lemah yang bisa mengganggu pasokan saat upacara berlangsung.
Selain itu, petugas siaga ditempatkan di titik-titik rawan gangguan. Mobil pembangkit listrik bergerak (genset) juga disiapkan sebagai cadangan darurat apabila terjadi pemadaman tak terduga. Dengan persiapan ini, risiko gangguan listrik dapat ditekan seminimal mungkin.
Keberhasilan menjaga keandalan listrik di momen sakral ini menjadi catatan penting bagi PLN. Ini membuktikan kesiapan infrastruktur kelistrikan di kawasan timur Indonesia dalam mendukung agenda-acara kenegaraan maupun kegiatan masyarakat sehari-hari.