67 Titik Karhutla Melanda Paser dalam Sepekan, 128,8 Hektare Lahan Hangus, Lahan Gambut Jadi Perhatian Khusus

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15:02 WIB
Petugas gabungan memadamkan api di lahan yang terbakar di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Rabu (19/8/2026).

BALIKPAPAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Paser mencatat 67 kejadian dalam sepekan terakhir, melahap area seluas 128,8 hektare yang tersebar di delapan kecamatan.

Kondisi lahan yang didominasi mineral kering, semak belukar, dan vegetasi yang mengering akibat penurunan kelembapan udara menjadi pemicu utama meluasnya api. Kepala BPBD Kabupaten Paser Ruslan menyebut sebagian besar kebakaran terjadi di wilayah dengan tingkat risiko tinggi.

"Berdasarkan pemantauan di lapangan, kejadian didominasi area berisiko tinggi, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber air serta tumpukan material mudah terbakar," ujar Ruslan saat dihubungi dari Balikpapan, Rabu (19/8/2026).

Kecamatan Batu Engau Catat Luas Terdampak Terbesar

Meski hanya tercatat dua titik kejadian, Kecamatan Batu Engau menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, mencapai 46,4 hektare. Angka ini hampir menyamai total luas kebakaran di Kecamatan Tanah Grogot yang mencatatkan 38 titik kejadian dengan luas 38,4 hektare.

Kecamatan Paser Belengkong menyusul dengan 20 kejadian dan area terdampak seluas 33 hektare. Adapun Kecamatan Muara Komam mencatat lima kejadian dengan luas 5 hektare, Muara Samu satu kejadian seluas 4 hektare, serta Batu Sopang satu kejadian dengan luas 2 hektare.

Empat kecamatan lainnya, yakni Kuaro, Long Ikis, Long Kali, dan Tanjung Harapan, tercatat nihil kejadian atau zero hotspot pada periode yang sama.

Mengapa Lahan Gambut Lebih Sulit Dipadamkan?

Dari total area yang terbakar, seluas 109,7 hektare atau 85,2 persen merupakan lahan mineral kering yang tersebar dalam 46 kejadian. Sementara itu, lahan gambut yang terbakar mencapai 19,1 hektare atau 14,8 persen dari total luas lahan terdampak, tersebar dalam 14 kejadian.

Ruslan menegaskan penanganan kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan berbeda lantaran api dapat menjalar di bawah permukaan tanah.

"Karakteristik pemadaman pada lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api kerap menyebar di bawah permukaan tanah (ground fire)," jelas dia.

Kendala di Lapangan dan Imbauan Hukum

Seluruh 67 titik kebakaran yang tercatat dalam sepekan terakhir dipastikan telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Personel yang dikerahkan terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Disdamkar, Satpol PP, Sekawan Rescue, serta relawan masyarakat.

"Meski sudah padam lokasi terdampak masih dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," ujar Ruslan.

Proses pemadaman di sejumlah lokasi sempat terkendala tiupan angin kencang, minimnya sumber air, dan sulitnya akses jalan menuju lokasi kebakaran. Ruslan mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena perbuatan tersebut dapat dijerat sanksi pidana.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top