SAMARINDA — Sebanyak 32 stan dari berbagai sektor memadati Atrium Bigmall Samarinda dalam gelaran Kaltim Expo 2026 yang berlangsung mulai 19 hingga 23 Agustus. Pameran yang digelar setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 Wita ini mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan konsumen serta mitra bisnis potensial.
Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Pemprov Kaltim, Siti Farisyah Yana, saat membuka acara menegaskan bahwa pameran ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan roda ekonomi melalui hilirisasi kreativitas lokal.
"Kaltim Expo memberikan kesempatan luas bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu konsumen, membangun jaringan dan menemukan mitra baru," kata Yana di Samarinda, Kamis.
Menurut Yana, perluasan jaringan pasar otomatis memperbesar peluang pelaku UMKM di Kaltim untuk naik kelas. Ekosistem ekonomi berkelanjutan inilah yang sedang diakselerasi pemerintah provinsi agar potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi nyata.
Ia menambahkan, Kaltim Expo 2026 yang digelar dalam momentum peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini ditargetkan mampu memberikan dampak ekonomi terukur dalam jangka panjang.
"Kami ingin ada transaksi yang tercipta, jejaring usaha yang terbentuk, kerja sama baru yang lahir, dan produk-produk Kaltim semakin dikenal luas," ujarnya.
Direktur Utama PT ADW Bersaudara selaku pelaksana kegiatan, Dedi Iskandar, menjelaskan bahwa Kaltim Expo 2026 merupakan wujud komitmen menghadirkan ruang produktif yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dunia industri, komunitas, dan masyarakat.
"Kaltim Expo 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk terus menghadirkan ruang yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dunia industri, komunitas dan masyarakat dalam satu wadah yang produktif," kata Dedi.
Peserta pameran tahun ini berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, perusahaan swasta, kesehatan, furnitur, properti, perhiasan, pendidikan, hingga kerajinan. Sejumlah pemerintah kabupaten/kota turut berpartisipasi, meliputi Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, Kota Balikpapan, dan Kota Samarinda.
Ajang tahunan ini diharapkan menjadi momentum kuat untuk memperkuat promosi potensi daerah sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan antarsektor demi mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.