KALIMANTAN TIMUR — Gunung Nona di Enrekang, Sulawesi Selatan, tengah berduka. Kebakaran hutan yang terjadi pada Sabtu (15/8) sore melahap habis 10 are hutan pinus di kawasan lindung yang sebelumnya telah dipagari oleh Dinas Kehutanan Enrekang. Peristiwa ini memaksa aktivitas masyarakat di kaki gunung dihentikan sementara.
Padahal, gunung ini bukan destinasi biasa. Bentuknya yang unik—gundukan tanah dengan lembah menyerupai organ intim wanita—menjadikannya daya tarik tersendiri bagi para pelintas jalur Makassar-Tana Toraja. Warga sekitar menyebutnya Buttu Kabobong.
Penampakan khas Gunung Nona hanya bisa dinikmati dari posisi yang tepat di hadapannya. Dari kejauhan, gunung ini tampak seperti bukit biasa. Namun saat berada di titik yang pas, lekukan lembahnya membentuk siluet yang jelas terlihat menyerupai klitoris.
Keunikan ini bisa disaksikan langsung dari Jalan Poros Enrekang-Toraja. Beberapa warung di sepanjang jalan bahkan menyediakan tempat khusus untuk menikmati pemandangan sambil minum kopi hangat—udara dingin khas pegunungan membuat momen ini semakin terasa.
Masyarakat setempat mempercayai Gunung Nona memiliki pasangan, yaitu Gunung Bambapuang. Keduanya diyakini sebagai tempat awal mula pemerintahan dan peradaban manusia di Sulawesi Selatan.
Bagi pasangan yang hendak menikah, ada tradisi pertapaan di kedua gunung ini. Pihak laki-laki bertapa di Gunung Bambapuang, sementara pihak perempuan di Gunung Nona. Setelah menjalani ritual tersebut, mereka dipercaya akan mendapat petunjuk tentang pernikahan.
Usai kebakaran, akses menuju kawasan Gunung Nona kini diperketat. Polisi kehutanan (Polhut) berjaga rutin di area tersebut. Aktivitas masyarakat di kaki gunung untuk sementara disetop hingga kondisi dinyatakan aman.
Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, sebaiknya menunda perjalanan atau menghubungi Dinas Kehutanan Enrekang untuk informasi terbaru. Jalur Poros Enrekang-Toraja sendiri tetap terbuka untuk lalu lintas umum, namun area pendakian dan warung-warung di sekitar kaki gunung kemungkinan belum beroperasi normal.
Dari Makassar, perjalanan menuju Enrekang memakan waktu sekitar 6 jam melalui jalur darat. Rutenya melewati pegunungan dengan tikungan tajam serta tanjakan dan turunan curam—cukup menantang namun pemandangannya sepadan.
Gunung Nona berada tepat di sisi Jalan Poros Enrekang-Toraja, sehingga mudah dikenali saat melintas. Namun untuk mendapatkan sudut pandang terbaik, pengemudi perlu berhenti di area yang aman dan mencari spot yang tepat di hadapan gunung.
Untuk saat ini, menikmati pemandangan dari kejauhan sambil menunggu status kawasan kembali normal adalah pilihan paling bijak. Keindahan Gunung Nona tidak akan hilang—hanya butuh waktu untuk pulih dari tragedi kebakaran ini.