PWI Kaltim Gelar Upacara 17 Agustus di Halaman Kantor Sendiri untuk Pertama Kalinya dalam Dua Dekade

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 12:34:01 WIB
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor PWI Kaltim, Samarinda, Senin (17/8/2026).

SAMARINDA — Halaman Kantor PWI Kalimantan Timur di Jalan Biola Nomor 8, Samarinda, menjadi saksi sebuah sejarah baru pada Senin (17/8/2026). Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di tempat yang sehari-hari menjadi ruang kerja para wartawan tersebut.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyebut pelaksanaan upacara tahun ini bukan sekadar seremoni rutin. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi tonggak baru bagi organisasi yang menaungi insan pers di Benua Etam.

"Upacara ini menjadi sejarah baru bagi PWI Kaltim dalam dua dekade terakhir," ujar Abdurrahman di sela-sela kegiatan.

Makna Kemerdekaan bagi Insan Pers

Upacara yang diikuti pengurus, anggota PWI Kaltim, organisasi perusahaan media konstituen Dewan Pers, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI), serta wartawan senior ini memiliki makna simbolis yang mendalam. Bagi insan pers, perjalanan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari peran pers itu sendiri.

PWI lahir tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan dan sejak awal telah mengambil bagian dalam kehidupan kebangsaan melalui profesi kewartawanan. Semangat inilah yang coba diterjemahkan Abdurrahman dalam kerja jurnalistik sehari-hari.

Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, akurat, berimbang, dan berkualitas. Kemerdekaan pers, lanjut dia, merupakan bagian penting dari makna kemerdekaan yang harus terus dirawat.

"Jadi kemerdekaan pers harus terus dijaga agar kebutuhan informasi publik terpenuhi dengan baik," katanya.

Abdurrahman juga menekankan posisi pers dalam kehidupan berbangsa. Pers memiliki fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan, namun di saat yang sama tetap menjadi bagian dari proses pembangunan. Kebebasan pers diperlukan agar masyarakat memiliki ruang untuk mengetahui, mengkritisi, sekaligus memahami berbagai persoalan di sekitarnya.

Harapan dari Wartawan Senior

Momen bersejarah ini turut mendapat perhatian dari tokoh pers senior Kaltim, Syafruddin Pernyata. Ia mengapresiasi langkah PWI Kaltim yang akhirnya menggelar upacara di halaman kantor sendiri. Baginya, upacara kemerdekaan adalah bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Semangat Syafruddin terhadap peringatan 17 Agustus tidak lepas dari sejarah keluarganya. Ayahnya merupakan seorang veteran yang pernah ditangkap dan ditahan selama tiga bulan di Benteng Rotterdam, Makassar. Karena itu, ia mengaku terharu melihat para wartawan dan insan pers Kaltim berkumpul mengikuti jalannya upacara.

Terlebih, selama dua periode menjabat sebagai Sekretaris PWI Kaltim, Syafruddin mengungkapkan kegiatan serupa belum pernah dilaksanakan di tempat tersebut. Ia berharap apa yang dilakukan tahun ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka.

Syafruddin mendorong agar upacara 17 Agustus di halaman Kantor PWI Kaltim dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilanjutkan oleh generasi wartawan berikutnya. Dengan begitu, pesan tentang kemerdekaan yang harus diisi, dijaga, dan diperjuangkan—termasuk melalui pena, kamera, mikrofon, dan kerja jurnalistik yang berpihak kepada kepentingan publik—akan terus diwariskan.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: dimensinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top