KALIMANTAN TIMUR — OpenAI resmi memperkenalkan Computer History, sebuah fitur opsional pada aplikasi desktop ChatGPT untuk Mac yang dirancang untuk membantu model AI mengingat konteks pekerjaan pengguna di luar jendela obrolan. Fitur ini hadir sebulan setelah Codex bergabung dengan aplikasi desktop ChatGPT dan menjadi pengganti untuk fitur riset Chronicle yang sempat diuji coba awal tahun ini.
Dalam pengumumannya, Kamis (20/2), OpenAI menyebut Computer History sebagai sistem yang dibangun ulang, bukan sekadar perubahan nama dari Chronicle. Fitur ini bekerja dengan membangun linimasa aktivitas yang dapat dicari dari aplikasi dan situs web pilihan pengguna.
Chronicle versi sebelumnya mengandalkan tangkapan layar (screenshot) untuk merekam aktivitas. Computer History mengambil pendekatan berbeda: sistem ini merekam peristiwa interaksi yang diekspos melalui fitur aksesibilitas macOS, seperti klik, pengetikan, pintasan keyboard, dan perpindahan antar aplikasi.
OpenAI menjelaskan bahwa fitur ini mengubah aktivitas di berbagai aplikasi dan situs web menjadi memori serta linimasa yang bisa digunakan oleh ChatGPT dan Codex. Pengguna memiliki kendali penuh untuk memilih aplikasi mana yang berkontribusi, menjeda pengumpulan data, serta meninjau atau menghapus riwayat kapan saja.
Fitur ini dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis pengguna. Misalnya, pengguna bisa bertanya apa yang sedang mereka kerjakan sebelum istirahat, mencari dokumen yang baru saja dilihat, atau meminta ringkasan pekerjaan seharian. OpenAI juga menyebut ChatGPT dapat menyarankan pengubahan alur kerja yang berulang menjadi skill atau automasi baru.
Dari sisi privasi, OpenAI menegaskan Computer History tidak menangkap tangkapan layar, rekaman layar, input mikrofon, atau audio sistem. Aktivitas penjelajahan pribadi (private browsing) juga dikecualikan dari pengumpulan data.
Data interaksi yang dikumpulkan Computer History disimpan sementara di Mac hingga 48 jam sebelum diproses di server OpenAI untuk menghasilkan memori. OpenAI menyatakan data tersebut tidak disimpan setelah diproses dan tidak digunakan untuk melatih model. File memori yang dihasilkan dalam bentuk teks biasa tetap tersimpan secara lokal di perangkat hingga pengguna menghapusnya.
Dari menu Settings, pengguna dapat memeriksa entri linimasa, membuka file memori individual di Finder, menghapus item tertentu, atau membersihkan aktivitas dari 10 menit, satu jam, satu hari, atau seluruh riwayat terakhir.
OpenAI juga memberikan peringatan bahwa fitur ini dapat meningkatkan risiko serangan prompt injection dari konten berbahaya di aplikasi atau situs web. Perusahaan merekomendasikan pengguna untuk menjeda pengumpulan data saat berkomunikasi dengan orang lain tanpa persetujuan eksplisit, serta mengecualikan aplikasi yang menyimpan informasi sensitif.
Computer History tersedia untuk pengguna ChatGPT Pro, Business, dan Enterprise. Fitur ini nonaktif secara bawaan dan harus diaktifkan secara manual oleh masing-masing pengguna. Untuk pengguna Business dan Enterprise, administrator perlu memberikan akses terlebih dahulu sebelum anggota workspace dapat mengaktifkannya.
Peluncuran perdana ini tidak mencakup Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), Swiss, dan Inggris. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan fitur ini untuk pengguna di Indonesia.
Fitur Computer History merupakan langkah OpenAI untuk memperluas kemampuan ChatGPT di perangkat desktop, menjadikannya asisten yang lebih kontekstual dengan pemahaman terhadap kebiasaan kerja pengguna. Bagi pengguna yang sering berpindah antara banyak aplikasi dan dokumen, fitur ini berpotensi mengurangi kebutuhan untuk menjelaskan ulang konteks pekerjaan setiap kali membuka obrolan baru.