SAMARINDA — Sebelum 2021, pemuda Samarinda yang ingin menjadi Paskibraka hanya bisa bersaing di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Kuotanya sangat terbatas: 5 hingga 10 orang per tahun. Angka itu jauh di bawah kabupaten/kota lain yang mampu mengirim hingga 40 anggota. Kondisi ini memicu gagasan membentuk Paskibraka mandiri di tingkat kota.
Gagasan itu digagas oleh Andri Saputra Asnan, S.I.Kom., saat memimpin PPI Kota Samarinda periode 2017–2022. Ia menilai minimnya kuota tidak hanya membatasi kesempatan generasi muda, tetapi juga mengancam regenerasi organisasi PPI di tingkat kota.
Perjuangan Andri tidak berjalan mulus. Sepanjang 2017 hingga 2019, ia dan pengurus PPI gencar menyusun proposal serta melakukan audiensi dengan Wali Kota Samarinda dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Namun, keterbatasan anggaran dan birokrasi menjadi tembok penghalang.
"Di bawah kepemimpinan bapak Erham Yusuf, S.Pd., M.Pd. selaku kepala Dispora Kota Samarinda dan dibantu bapak Achmad Fauzi Irawan ST. M.Adm.KP. selaku kepala bidang pengembangan pemuda, yang terus mendukung terbentuknya Paskibraka Kota Samarinda," ujar Andri yang kini menjabat Sekretaris PPI Kaltim periode 2022–2027.
Meski demikian, titik terang mulai terlihat saat terjadi pergantian pejabat di lingkungan Pemkot pada akhir 2019. Antusiasme generasi muda dalam berbagai kegiatan, seperti Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), menjadi indikator kuat bahwa potensi pembinaan di tingkat kota sangat besar.
Peluang realisasi semakin terbuka setelah Dr. Andi Harun, S.T., S.H., M.Si., dilantik sebagai Wali Kota Samarinda pada akhir 2020. Kedekatan Andi Harun dengan dunia Paskibraka—ia adalah Purna Paskibraka Provinsi Sulawesi Selatan—menjadi angin segar.
Dukungan wali kota kemudian ditindaklanjuti dengan instruksi kepada Dispora untuk menyiapkan seleksi. Namun, pandemi COVID-19 memaksa konsep awal diubah. Formasi yang semula dirancang 40 orang terpaksa diciutkan menjadi 12 anggota pada pelaksanaan perdana tahun 2021.
"Meski jumlahnya belum sesuai target, tahun 2021 menjadi tonggak sejarah bagi Samarinda. Untuk pertama kalinya, pengibaran bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilaksanakan dengan formasi Paskibraka tingkat kota," terangnya.
Keberhasilan perdana itu menjadi fondasi penting. PPI Kota Samarinda merancang skema pendanaan kolaboratif agar tidak sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema tersebut melibatkan pemerintah daerah, sekolah, dan pihak sponsor.
Pada 2022, jumlah anggota Paskibraka Kota Samarinda berhasil ditingkatkan menjadi 40 orang, sesuai target awal. Formasi ini dipertahankan hingga saat ini, menandakan bahwa gagasan yang sempat dianggap sulit kini telah menjadi sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Sejarah baru pada 2021 itu juga terwujud berkat kerja sama Agil Untung Haryono, S.E. selaku Sekretaris PPI Kota Samarinda, M Taufik Fajrin Iqbal Aning, serta seluruh purna Paskibraka Kota Samarinda yang turut membantu proses seleksi dan pembinaan.