Kebakaran Lahan Gambut 4,13 Hektare di Penajam Paser Utara, Warga Diminta Segera Laporkan Titik Api

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 19:43:01 WIB
Petugas gabungan memadamkan api di lahan gambut seluas 4,13 hektare di Kelurahan Gunung Seteleng, Penajam Paser Utara, Minggu (9/8/2026).

PENAJAM — Kepulan asap dan kobaran api terlihat muncul dari area lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan di RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (9/8/2026) sore. Luas lahan gambut yang terbakar mencapai 4,13 hektare.

Kondisi cuaca panas yang disertai hembusan angin cukup kencang membuat api berpotensi merambat ke area sekitar. Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan menjadi perhatian utama dalam penanganan kali ini.

Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Setelah menerima laporan dari warga, petugas gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya pencegahan juga dilakukan agar api tidak merembet ke kawasan yang lebih luas.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas bekerja di lapangan. Belum ada informasi mengenai kerugian material maupun korban jiwa akibat kejadian ini.

Polisi Imbau Warga Tidak Bakar Lahan Sembarangan

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca panas yang dapat memperbesar risiko karhutla.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api dapat dengan cepat merambat," ujar Syaifudin.

Laporan Dini Kunci Cegah Kebakaran Meluas

Masyarakat diminta segera menghubungi petugas apabila melihat kemunculan titik api maupun kepulan asap di lingkungan sekitar. Laporan sejak dini dinilai penting agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas ke area yang lebih besar.

"Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti munculnya api di lahan gambut tersebut. Masyarakat sekitar diharapkan tetap waspada mengingat musim kemarau masih berlangsung.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: editorialkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top