BALIKPAPAN — Gelaran Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 berlangsung di Balikpapan dengan melibatkan 24 tim tanggap darurat dari berbagai sektor industri, termasuk perusahaan tambang hingga Australia.
Jumlah peserta ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar sepanjang ajang tersebut digelar. Hal itu dinilai sebagai sinyal meningkatnya perhatian dunia usaha terhadap kompetensi tim penyelamat di area operasional.
IMERC tidak sekadar menjadi ajang adu keterampilan menghadapi simulasi keadaan darurat. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para responder untuk bertukar pengalaman dan memperluas jaringan profesional.
PT MSA Indonesia, perusahaan penyedia solusi alat pelindung diri (APD), hadir sebagai salah satu mitra pendukung. Keterlibatan ini disebut sebagai wujud komitmen memperkuat kesiapsiagaan emergency response di Indonesia.
Marketing Manager PT MSA Indonesia, Tedo Henggartiasto, menegaskan bahwa dukungan perusahaannya bukan sekadar untuk meramaikan sebuah kompetisi.
“Kami melihat IMERC bukan hanya sebagai sebuah kompetisi, tetapi sebagai ruang untuk memperkuat kompetensi, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi antar-tim ERT di Indonesia. MSA Indonesia bangga dapat menjadi bagian dari momentum ini. Bagi kami, keselamatan adalah sebuah ekosistem yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Kesiapan personel, prosedur, serta peralatan yang tepat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut,” ujar Tedo di sela pelaksanaan IMERC 2026.
Menurut Tedo, penanganan kondisi darurat tidak bisa hanya mengandalkan kecepatan respons semata. Kesiapan personel yang kompeten, prosedur yang teruji, serta dukungan peralatan yang memadai menjadi faktor penentu agar tindakan di lapangan berjalan aman dan efektif.
“Emergency response bukan hanya soal seberapa cepat seseorang merespons sebuah insiden, tetapi juga bagaimana memastikan setiap tindakan dilakukan dengan kompetensi, prosedur, dan peralatan yang tepat,” lanjutnya.
Kehadiran MSA Indonesia dalam ajang ini juga menjadi jembatan sinergi antara industri keselamatan dengan komunitas responder. Interaksi langsung di lapangan dinilai mampu memberi pemahaman nyata tentang tantangan yang dihadapi petugas.
IMERC 2026 dirancang untuk menguji kemampuan tim menghadapi berbagai skenario darurat, sekaligus menjadi wadah pembelajaran untuk meningkatkan standar keselamatan. Dukungan lintas sektor, termasuk dari penyedia teknologi keselamatan, disebut sebagai elemen penting dalam membangun budaya kerja yang aman.
Terciptanya lingkungan kerja yang aman memang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara perusahaan, emergency responder, regulator, hingga komunitas.
Melalui IMERC 2026, semangat kolaborasi itu kembali ditegaskan. Semakin kuat kerja sama yang terjalin, semakin siap pula Indonesia menghadapi berbagai kondisi darurat di masa mendatang.