Menyelami Keindahan Bahari Pulau Maratua di Berau, dari Goa Karst hingga Fenomena Tornado Barakuda

Penulis: Uki Damayanti  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:22:31 WIB
Wisatawan menyusuri danau air payau di dalam Goa Gumantung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

BERAU — Bentangan alam Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bukan hanya sekadar destinasi wisata. Pulau seluas 384 kilometer persegi dengan perairan mencapai 3.735 kilometer persegi ini merupakan laboratorium alam bahari yang hidup. Bentuknya yang menyerupai bulan sabit menciptakan laguna luas di bagian dalam, sementara sisi luar berhadapan langsung dengan laut dalam yang kaya biota.

Goa Karst dengan Danau Air Payau di Dalam Perut Bumi

Keelokan geologi Maratua tersembunyi di balik rimbunnya vegetasi hijau. Goa Gumantung di kawasan Teluk Alulu menjadi salah satu destinasi yang menawarkan sensasi menyusuri laguna tersembunyi. Pengunjung dapat mencapai lokasi dengan sepeda motor dari dermaga utama, lalu melanjutkan trekking singkat melewati jalan setapak yang teduh.

Di dalam goa, tebing karst menjulang tinggi mengapit danau air payau dengan gradasi warna biru keperakan hingga hijau toska. Permukaan airnya tenang bak cermin, memantulkan cahaya matahari yang menembus celah stalaktit dan stalagmit. Wisatawan bisa menyusuri lorong-lorong batu kapur menggunakan kano atau kayak, ditemani suara tetesan air dari langit-langit goa.

Tak jauh dari sana, Goa Halo Tabung di Kampung Payung-Payung menawarkan sensasi berbeda. Nama goa ini berasal dari bahasa Suku Bajau, dengan "Halo" berarti goa atau laguna tepi pantai dan "Tabung" merujuk pada jenis ikan kakak yang dulu banyak ditemukan di muara jembatan.

Terbentuk dari pelarutan batu kapur selama ribuan tahun, goa ini memiliki cekungan sedalam sekitar 25 meter yang terisi air payau sebening kristal. Airnya berasal dari infiltrasi air laut melalui celah batuan karst, sehingga permukaannya mengikuti siklus pasang surut. Bagi pencinta adrenalin, lompatan dari tebing setinggi lima meter ke kolam alami ini menjadi daya tarik tersendiri.

Panggung Bawah Laut: Menyaksikan Ribuan Barakuda Berputar

Di kalangan penyelam dunia, Maratua dikenal sebagai panggung pertunjukan bawah laut yang spektakuler. Fenomena Tornado Barakuda, sebutan bagi ribuan ikan barakuda yang berenang membentuk pusaran heliks menyerupai tornado, menjadi ikon utama. Di dunia, fenomena ini hanya populer di dua lokasi: Pulau Sipadan, Malaysia, dan perairan Pulau Maratua, Indonesia.

Titik penyelaman terbaik berada di kawasan Big Fish Country atau The Channel, tidak jauh dari Pulau Nabucco. Saat arus bawah laut menguat, ribuan barakuda berkumpul membentuk dinding perak yang berputar tanpa henti. Para penyelam dari berbagai penjuru dunia rela menempuh perjalanan jauh untuk menyaksikan momen langka ini.

Ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Maratua merupakan bagian dari Gugusan Kepulauan Derawan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Perpaduan ekosistem karst darat dan terumbu karang bawah laut menjadikannya salah satu destinasi wisata bahari berkelas dunia.

"Perpaduan ekosistem karst darat dan terumbu karang bawah laut menjadikan Maratua sebagai salah satu destinasi wisata bahari berkelas dunia," kata Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal.

Dihuni sekitar empat ribu jiwa, pulau di garis terluar utara NKRI ini juga menjadi rumah bagi penyu laut dan beragam biota lainnya. Keindahan yang terjaga ini menjadi warisan bahari yang patut dijaga untuk generasi mendatang. Berenang bersama penyu laut hingga menyaksikan pusaran ribuan ikan di kedalaman laut adalah pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain di Indonesia.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top