IKN Kaltim Jadi Percontohan Rehabilitasi Mangrove Nasional, Target Tanam 1.100 Hektare

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:09:31 WIB
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ditetapkan sebagai lokasi percontohan rehabilitasi mangrove nasional dalam program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).

PENAJAM PASER UTARA — Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan rehabilitasi mangrove dalam program nasional Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Penunjukan ini menjadikan IKN sebagai prototipe yang akan ditiru oleh daerah lain dalam upaya pemulihan ekosistem pesisir.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut baik penetapan tersebut. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar, mengingat kawasan IKN kini menjadi barometer keberhasilan program yang didukung pendanaan Bank Dunia itu.

"Kami sebenarnya sudah melakukan, tapi dengan adanya M4CR ini tentunya menjadi tanggung jawab yang lebih besar dan harus berhasil," ujarnya seusai acara Media Gathering M4CR di Penajam Paser Utara, Sabtu (1/8).

Porsi 150 Hektare untuk Program M4CR

Dari total target penanaman seluas 1.100 hektare di wilayah IKN, program M4CR menggarap porsi sekitar 150 hektare. Sisanya merupakan bagian dari program rehabilitasi yang telah berjalan sebelumnya di bawah kewenangan Otorita IKN.

Basuki optimistis target tersebut dapat tercapai tepat waktu. Ia menekankan bahwa program M4CR memiliki batas waktu pelaksanaan hingga 2027, sehingga percepatan kerja menjadi kunci utama.

"M4CR ini kan targetnya sampai tahun 2027, jadi harus kita kerjakan lebih cepat. IKN menargetkan sekitar 1.100 hektare untuk penanaman secara keseluruhan, di mana untuk M4CR sendiri porsinya sekitar 150 hektare," kata Basuki.

Prototipe IKN Akan Direplikasi ke Empat Provinsi

Selain Kalimantan Timur, program M4CR juga akan dilaksanakan di Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara. Keberhasilan implementasi di IKN nantinya menjadi acuan bagi pemerintah daerah lain dalam mengelola ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin menyatakan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi awal bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki kekuatan ekologi yang mampu menjamin pertumbuhan sosial dan ekonomi di masa depan.

"Kami ingin apa yang dicontohkan di IKN ini ditiru oleh pemerintah daerah lain. Kekuatan ekologi inilah yang menjamin pertumbuhan sosial dan ekonomi di masa depan," ungkap Zainal yang juga menjabat direktur eksekutif Program M4CR.

Mangrove dan Masa Depan IKN

Rehabilitasi mangrove di kawasan IKN menjadi bagian penting dari pembangunan kota hutan yang berkelanjutan. Ekosistem pesisir ini berfungsi sebagai penahan abrasi, habitat biota laut, serta penyerap karbon alami yang sejalan dengan konsep pembangunan IKN yang ramah lingkungan.

Dengan status sebagai ibu kota negara, keberhasilan program ini akan menjadi contoh konkret bagi daerah lain dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan kelestarian lingkungan. Seluruh pemangku kepentingan kini dihadapkan pada target penyelesaian program sebelum 2027.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: megapolitan.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top