NUSANTARA — Suasana lalu lintas di kawasan inti pemerintahan IKN tampak lengang dan tertib pada jam pulang kantor, Jumat pekan lalu. Di halte depan Kantor Otorita IKN, para pegawai terlihat santai menunggu bus dalam kota gratis tanpa harus berjibaku dalam kemacetan berjam-jam. Perjalanan pulang yang dulu menguras energi kini tuntas hanya dalam hitungan menit.
Bagi Mirfa, ASN Otorita IKN yang telah setahun bermukim di Nusantara, perubahan paling substansial bukan sekadar jarak kantor yang dekat. "Dulu setelah pulang kerja rasanya sudah capek karena perjalanan panjang. Sekarang selesai kerja masih sempat jogging atau ikut latihan badminton. Rasanya hari belum benar-benar selesai setelah jam kantor," ungkapnya.
Pengalaman serupa dirasakan para pekerja dari berbagai kementerian, lembaga, dan sektor swasta yang kini menetap di ibu kota baru. Kehadiran hunian yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, pusat kuliner, hingga layanan kesehatan mulai merajut pola hidup baru. Tata ruang Nusantara menghubungkan zona hunian, perkantoran, dan area komersial dalam jarak yang ramah mobilitas.
Jaringan jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang saling terhubung memungkinkan warga berpindah lokasi tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi. Bagi sebagian orang, efisiensi ini sekadar memangkas durasi di jalan raya. Namun bagi penghuninya, sepuluh menit perjalanan pulang bermakna "waktu yang kembali"—jam-jam yang sebelumnya terkikis kemacetan kini bertransformasi menjadi ruang untuk berolahraga, bergabung dengan komunitas lokal, atau bercengkerama dengan keluarga.
Di akhir pekan, Mirfa kerap memanfaatkan waktu luang bersama keluarga menyusuri ruang publik terbuka di jantung kota. Menikmati senja di latar belakang Istana Garuda sembari menghirup udara segar menjadi rutinitas yang menyenangkan. "Saya berharap ke depan semakin banyak fasilitas yang lengkap. Sekarang jalur pejalan kaki semakin terhubung, sangat nyaman rasanya jalan sore hari, menikmati senja di belakang Istana Garuda sambil menghirup udara sore di IKN yang bersih. Saya senang sekali sih," tuturnya sambil mengawasi sang buah hati bermain.
Seiring berjalannya waktu, infrastruktur fisik di Nusantara terus dikebut dan fasilitas publik disempurnakan. Denyut nadi ekonomi kian bergeliat di balik megahnya pembangunan. Namun perubahan paling substansial justru terpancar dari gaya hidup warganya—menghadirkan kembali waktu yang berkualitas, udara yang bersih, dan harapan baru akan mutu kehidupan yang lebih manusiawi.