Wali Kota Samarinda Setujui Penataan Pasar Pagi, Revitalisasi Tak Boleh Matikan Usaha Mikro

Penulis: Wendra Kusuma  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 08:16:26 WIB

SAMARINDA — Pasar Pagi Samarinda telah berdiri sejak pertengahan 1940-an, awalnya memanfaatkan tepi Sungai Mahakam sebagai jalur logistik kapal pedalaman. Seiring waktu, fungsinya bergeser dari pasar induk menjadi pusat grosir konveksi dan perhiasan setelah berdirinya Pasar Segiri pada 1978. Kini, pasar tertua di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur itu kembali menjalani penataan menyeluruh.

Empat Evaluasi Krusial yang Mendasari Penataan

Pemkot Samarinda mengidentifikasi empat persoalan utama yang mendorong penataan berkelanjutan ini. Pertama, pembenahan zonasi dan sistem aplikasi. Kedua, ketertiban koridor pengunjung. Ketiga, penguraian kemacetan di sekitar pasar. Keempat, pemberantasan mafia lapak yang selama ini meresahkan pedagang.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa revitalisasi ini harus berjalan beriringan dengan perputaran ekonomi warga. "Seluruh proses pembangunan tetap memperhatikan aktivitas para pedagang sehingga roda perekonomian dapat terus berjalan dengan baik. Yang terpenting, pembangunan ini jangan sampai mengganggu operasional toko-toko di sekitarnya," tegasnya.

Revitalisasi Tak Bongkar Fisik Bangunan

Pemerintah Kota Samarinda mengklarifikasi bahwa penataan ulang pasca pembangunan gedung baru ini bukan bertujuan membongkar fisik bangunan. Fokus utama saat ini adalah memperbaiki sistem zonasi pedagang, mengurai dampak kemacetan, dan menuntaskan infrastruktur logistik penunjang seperti area khusus bongkar muat barang yang telah disetujui Wali Kota.

Tim teknis diminta memastikan pengerjaan fisik tidak mematikan usaha mikro di sekitar lokasi proyek. Dengan kata lain, proyek revitalisasi dirancang berjalan tanpa menghentikan operasional toko-toko di kawasan tersebut.

Target: Pusat Perdagangan Modern yang Tertib dan Aman

Melalui penataan komprehensif, Pemkot Samarinda optimistis Pasar Pagi akan bertransformasi menjadi pusat perdagangan modern, tertib, aman, dan representatif. Hal ini diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi Kota Samarinda di tingkat regional.

Sebagai pasar grosir konveksi dan perhiasan yang telah beroperasi puluhan tahun, Pasar Pagi menyimpan potensi besar jika dikelola dengan sistem yang rapi. Penataan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga denyut ekonomi kota sambil menghadirkan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top