Pendapatan Anjlok 18%, Adhi Karya Justru Raup Laba Rp8,49 Miliar di Semester I 2026

Penulis: Wendra Kusuma  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 17:11:31 WIB
Direktur Utama Adhi Karya memaparkan laporan keuangan semester I 2026 di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Selasa (29/7/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Adhi Karya membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,11 triliun pada paruh pertama 2026. Angka itu ambles 18,36% secara tahunan dari Rp3,81 triliun pada semester I 2025. Capaian ini sekaligus menjadi yang terendah sepanjang periode semester I 2021 hingga 2026.

Meski pendapatan jeblok, perusahaan pelat merah ini justru berhasil mengerek laba. Laba bruto melesat 22,27% menjadi Rp700,42 miliar. Lonjakan ini tidak lepas dari penurunan signifikan beban pokok pendapatan yang susut 25,54% menjadi Rp2,41 triliun.

Efisiensi Biaya Jadi Jurus Andalan

Penurunan beban pokok yang lebih tajam dibanding penurunan pendapatan menjadi faktor utama Adhi Karya tetap mencetak laba bersih Rp8,49 miliar. Angka ini naik 12,57% dari semester I 2025 yang sebesar Rp7,54 miliar. Namun, laba tersebut masih di bawah rekor tertinggi semester I 2024 yang mencapai Rp13,77 miliar.

Dari sisi neraca, total aset Adhi Karya per 30 Juni 2026 tercatat Rp27,53 triliun. Nilai itu turun 4,40% dibanding posisi akhir Desember 2025. Aset tersebut ditopang oleh liabilitas Rp24,21 triliun dan ekuitas Rp3,31 triliun.

Tekanan di Sektor Konstruksi Nasional

Kinerja Adhi Karya mencerminkan dinamika industri konstruksi tanah air yang masih dibayangi efisiensi anggaran proyek pemerintah. Dengan pendapatan yang terus menekan, kemampuan BUMN karya untuk menjaga profitabilitas melalui pengendalian biaya menjadi ujian utama ke depan.

Data historis menunjukkan laba Adhi Karya kerap berfluktuasi. Setelah menyentuh puncak pada semester I 2024, laba bersih kembali terkoreksi pada semester I 2025 sebelum akhirnya bangkit di tahun ini. Pola ini menandakan bahwa perusahaan masih bergulat dengan siklus proyek yang tidak menentu.

Ke depan, tekanan terhadap pendapatan masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, jika Adhi Karya mampu mempertahankan efisiensi biaya seperti yang ditunjukkan pada semester I 2026, bukan tidak mungkin tren laba positif dapat berlanjut di tengah lesunya pendapatan.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top