KALIMANTAN TIMUR — Kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Truk Pertamina melaju dari arah Berau menuju Tanjung Selor. Di tengah perjalanan, pengemudi mendapati sebuah truk sawit terparkir di badan jalan tanpa rambu peringatan yang memadai.
"Untuk menghindari benturan, pengemudi truk tangki BBM Pertamina membanting setir sehingga kendaraan keluar dari jalurnya," ujar Kasat Lantas Polresta Bulungan, AKP Yonathan Kurniawan, Selasa (21/6).
Personel Satlantas Polresta Bulungan langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan. Mereka mengamankan arus lalu lintas dan mengevakuasi kedua kendaraan yang terlibat. Proses evakuasi terhadap truk tangki Pertamina dan truk sawit rampung pada Selasa pagi.
"Selama proses berlangsung, arus lalu lintas di ruas Jalan Poros Bulungan–Berau tetap dapat dilalui dengan pengaturan oleh petugas," kata AKP Yonathan.
Polisi memastikan pengemudi truk Pertamina selamat dan hanya mengalami luka ringan. "Pengendara dalam kondisi baik," jelasnya.
Kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, untuk segera memasang rambu atau tanda peringatan apabila mengalami kerusakan dan harus berhenti di badan jalan, terutama pada malam hari. "Peringatan itu sangat penting untuk diketahui pengguna jalan lain serta meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas," tutur AKP Yonathan.
Humas Pertamina Patra Niaga Tarakan, Rendy, membenarkan adanya insiden yang melibatkan truk tangki pengangkut BBM tersebut. "Kejadian ini betul adanya. Saat ini kami masih dalam tahap investigasi," kata Rendy saat dikonfirmasi. Pertamina Patra Niaga berjanji akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah proses investigasi selesai, termasuk jumlah BBM yang diangkut dan dampaknya terhadap pendistribusian BBM ke Bulungan, Kalimantan Utara. "Nanti informasinya kami sampaikan," pungkasnya.