KALIMANTAN TIMUR — Sejak awal, keputusan FIFA menggelar konser paruh waktu di final Piala Dunia 2026 sudah memicu perdebatan sengit. Selain secara otomatis melanggar mandat International Football Association Board (IFAB) soal durasi jeda 15 menit, format ini dianggap sebagai "Amerikanisasi" turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia—meniru model Super Bowl NFL yang selama puluhan tahun menjadikan pertunjukan paruh waktu sebagai acara musik global.
Sebelum pertunjukan paruh waktu dimulai, penonton harus melewati closing ceremony yang disebut sebagai "damp squib" atau pertunjukan basi. BBC dan ITV bahkan menolak menyiarkan langsung bagian ini. Mereka yang nekat menonton lewat iPlayer disuguhi debut lagu baru Post Malone, penampilan Swae Lee, dan kejutan paling aneh: rapper-sekaligus-wrestler IShowSpeed yang membawakan lagu "Champions".
Lagu yang liriknya dinilai dangkal—"I take a breath and wait for the ref / This is the World Cup, put your hands in the air"—mendapat respons dingin dari 82.500 penonton MetLife. Keheningan mencekam setelah lagu berakhir baru pecah ketika kembang api dinyalakan. Jennifer Hudson kemudian menyanyikan lagu kebangsaan AS, sementara Robbie Williams, Laura Pausini, dan Nicole Scherzinger membawakan anthem FIFA "Desire" yang sebelumnya gagal total di tangga lagu dunia.
Pertunjukan paruh waktu sendiri akhirnya menjadi "kemenangan relatif" setelah standar yang diletakkan sangat rendah. Dalam 11 menit, Madonna membawakan "Music" versi remix di atas kendaraan bergaya Mad Max yang dikemudikan Ronaldo dan Ronaldinho. Tiga anggota band Muppets, Electric Mayhem, memainkan "Seven Nation Army" meski tanpa Dr. Teeth yang dikabarkan "sakit" setelah mendengar lagu IShowSpeed.
BTS tampil dengan "Dynamite", Shakira dan Burna Boy membawakan "Dai Dai" secara singkat, dan Coldplay menutup dengan "Believe in Love" yang diiringi paduan suara anak-anak serta tiupan vuvuzela. Satu-satunya kesalahan serius: Justin Bieber membawakan balada akustik sendu "Everything Hallelujah" yang jelas tidak cocok dengan atmosfer final Piala Dunia.
Meskipun secara teknis pertunjukan berjalan mulus dan padat, opini publik tetap terbelah. Presenter BBC Gabby Logan mewawancarai legenda Manchester United, Wayne Rooney, yang memberikan penilaian paling blak-blakan. "Saya pikir itu sampah," ujar Rooney singkat ketika diminta pendapatnya. Pernyataan ini langsung viral dan memperkuat argumen para penggemar sepak bola tradisional yang menolak pertunjukan paruh waktu di final Piala Dunia.
Pertunjukan ini barangkali cukup baik untuk membuktikan bahwa format tersebut bisa berjalan—setidaknya untuk kali ini. Namun, dengan kritik pedas dari legenda sepak bola dan pelanggaran aturan IFAB, masa depan "half-time show" di Piala Dunia masih jauh dari kata pasti.