SAMARINDA — Pemadaman listrik di Samarinda hari ini dipicu oleh kondisi darurat infrastruktur. PLN UP3 Samarinda menyatakan bahwa tiang besi di salah satu gardu distribusi utama telah patah dan mengalami korosi parah. Temuan ini mengharuskan petugas melakukan pemadaman untuk proses perbaikan dan penggantian tiang.
Pihak PLN menyebut tiang tersebut sudah berusia puluhan tahun dan tidak lagi layak menopang beban kabel tegangan menengah. Keropos di bagian pangkal membuat struktur besi kehilangan kekuatan, sehingga berpotensi roboh jika tidak segera ditangani. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem beberapa hari terakhir di Samarinda yang mempercepat kerusakan material.
Pemadaman dilakukan secara bergilir di beberapa kelurahan yang teraliri listrik dari jaringan gardu tersebut. PLN belum merilis daftar lengkap lokasi, namun memastikan bahwa prioritas perbaikan difokuskan pada titik yang paling rawan. Proses penggantian tiang diperkirakan berlangsung sejak pagi hingga siang hari, dengan potensi perpanjangan waktu jika ditemukan kendala teknis di lapangan.
PLN Samarinda mengerahkan tim teknis untuk mempercepat penggantian tiang besi yang rusak dengan tiang beton yang lebih tahan lama. Petugas juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tiang-tiang lain di jalur yang sama untuk mengantisipasi kejadian serupa. Warga diimbau untuk tidak mendekati area pekerjaan dan melaporkan jika melihat tiang listrik dalam kondisi miring atau berkarat.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat pemadaman ini. Langkah ini terpaksa kami lakukan demi keselamatan bersama dan keandalan pasokan listrik ke depan,” demikian pernyataan resmi dari pihak PLN UP3 Samarinda dalam rilis yang diterima media.