KALIMANTAN TIMUR — Musim panen jagung di Kecamatan Jayaloka, Musi Rawas, mulai bergulir. Namun, petani tidak perlu khawatir soal harga jual. Polsek setempat turun tangan mengawal proses penyerapan hasil panen langsung ke gudang Perum Bulog.
Kapolsek Jayaloka, Iptu Andi Saputra, mengatakan pengawalan dilakukan sejak jagung dipanen di lahan petani hingga masuk ke gudang penyimpanan Bulog. "Kami pastikan tidak ada pihak ketiga yang memotong harga seenaknya. Hasil panen petani harus terserap dengan harga layak," ujarnya.
Dalam pengawalan kali ini, sebanyak 15 ton jagung pipil kering berhasil diserap Bulog. Harga di tingkat petani tercatat sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp 5.000 per kilogram. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding harga yang biasa ditawarkan tengkulak yang hanya berkisar Rp 3.500–Rp 4.000 per kilogram.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah. Polsek Jayaloka berkolaborasi dengan Babinsa Koramil setempat serta petugas Bulog untuk memastikan distribusi jagung berjalan lancar.
Menurut Iptu Andi, pengawalan tidak hanya dilakukan saat panen. Pihaknya juga rutin memantau harga di pasar dan memastikan stok jagung di gudang Bulog aman. "Kalau ada indikasi permainan harga, kami tindak tegas. Ini demi kesejahteraan petani," tegasnya.
Kepala Gudang Bulog Musi Rawas, Dwi Hartono, menyambut baik pengawalan ini. Ia menargetkan serapan jagung petani di wilayah Jayaloka bisa mencapai 200 ton pada musim panen tahun ini. "Kami optimistis target tercapai karena koordinasi dengan aparat keamanan sangat baik," katanya.
Dwi menambahkan, jagung yang diserap Bulog akan digunakan untuk cadangan pangan pemerintah dan program bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan pengawalan ketat seperti ini, petani tidak ragu menjual hasil panennya ke Bulog.
Musi Rawas sendiri merupakan salah satu sentra produksi jagung di Sumatera Selatan. Luas lahan panen jagung di kabupaten ini mencapai 12.000 hektare dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare. Jika serapan Bulog maksimal, harga jagung di tingkat petani bisa stabil sepanjang tahun.