SANGATTA — Puluhan petani dari Desa Batuah tidak sekadar belajar teori. Mereka diterjunkan langsung ke lahan pertanian produktif di Sidrap, daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan di Sulawesi Selatan. PT BSSR, perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kutai Timur, menanggung seluruh biaya akomodasi, transportasi, dan pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung.
Mengapa Petani Desa Batuah Belajar ke Sidrap?
Pemilihan Sidrap bukan tanpa alasan. Kabupaten ini memiliki sistem irigasi teknis yang mapan dan pola tanam padi yang mampu panen hingga tiga kali setahun. Selama tiga hari di lapangan, peserta dari Kutai Timur mempelajari teknik pengolahan lahan, manajemen pupuk organik, serta sistem distribusi hasil panen yang melibatkan kelompok tani setempat.
Skema Pendanaan dan Tujuan Program
PT BSSR mengalokasikan dana khusus dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk kegiatan ini. Tujuannya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan transfer pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di lahan Desa Batuah. Para petani didorong untuk mengadopsi metode tanam dan pengairan yang lebih efisien agar produktivitas meningkat.
Fakta Singkat Studi Tiru Petani Desa Batuah
- Peserta: 20 orang terdiri dari petani aktif dan perangkat desa.
- Lokasi belajar: Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
- Fasilitator: PT Bintang Sukses Sejahtera (BSSR) melalui dana CSR.
- Durasi: Tiga hari pelatihan lapangan dan kunjungan ke kelompok tani binaan.
Apa yang Dibawa Pulang ke Kutai Timur?
Setelah kembali ke Desa Batuah, para petani diwajibkan menyusun rencana aksi. Mereka akan mendemonstrasikan teknik baru yang didapat di lahan percontohan desa. Pemerintah desa juga berencana mengalokasikan dana desa untuk mendukung pengadaan bibit unggul dan perbaikan saluran irigasi kecil yang selama ini menjadi kendala utama.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. Dengan lahan yang tersedia dan ilmu baru yang diperoleh, Desa Batuah optimistis bisa meningkatkan hasil pertanian pada musim tanam mendatang.