BONTANG — Persaingan masuk sekolah menengah atas negeri di Kota Bontang memasuki babak krusial. Dinas Pendidikan setempat membuka tahap pertama pendaftaran SPMB untuk SMA dan SMK negeri, dengan jumlah pendaftar yang hampir dua kali lipat dari daya tampung yang tersedia.
Data terbaru menunjukkan, sebanyak 1.700 lebih lulusan SMP telah mendaftarkan diri. Sementara itu, total kursi yang diperebutkan hanya 996 unit yang tersebar di sejumlah SMA dan SMK berstatus negeri di wilayah Bontang.
Ketimpangan antara jumlah peminat dan ketersediaan bangku sekolah menjadi tantangan utama setiap tahun. Dari total 996 kursi, masing-masing sekolah negeri memiliki kuota yang berbeda, tergantung pada kapasitas ruang kelas dan jumlah guru.
Pemerintah Kota Bontang melalui dinas terkait terus berupaya memaksimalkan penerimaan siswa baru agar tidak ada lulusan SMP yang putus sekolah. Proses seleksi dilakukan secara transparan melalui sistem yang telah ditetapkan.
Pendaftaran SPMB tahap pertama ini menjadi awal dari rangkaian seleksi yang akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Calon siswa diwajibkan melengkapi berkas administrasi secara daring maupun luring sesuai petunjuk teknis yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Bontang.
Pihak sekolah dan dinas mengimbau orang tua untuk memantau secara berkala pengumuman resmi agar tidak terlewat batas waktu pendaftaran. Sistem seleksi menggunakan kombinasi nilai akademik dan jalur zonasi, sesuai aturan yang berlaku.
Sejak hari pertama pendaftaran, sejumlah sekolah negeri di Bontang terpantau ramai didatangi calon siswa dan orang tua. Mereka antre untuk memastikan berkas masuk dan mendapatkan informasi langsung mengenai kuota masing-masing jurusan.
Kondisi ini mencerminkan tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan menengah negeri yang dianggap lebih terjangkau dan berkualitas. Pemerintah daerah diharapkan dapat menambah kapasitas sekolah atau membuka kelas baru di tahun ajaran mendatang untuk mengakomodasi lonjakan pendaftar.