Pemkab Penajam Paser Utara Susun Langkah Strategis Antisipasi Inflasi Akibat Cuaca Ekstrem dan Gangguan Distribusi Pangan

Penulis: Zaki Mubarak  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 19:02:01 WIB
Asisten II Pemkab Penajam Paser Utara memantau distribusi pangan di tengah cuaca ekstrem.

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tidak ingin lengah terhadap potensi kenaikan harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkab Penajam Paser Utara, Hadi Saputro, Minggu, mengungkapkan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi ancaman serius bagi stabilitas pasokan barang.

Gelombang Tinggi Hambat Distribusi dari Jawa dan Sulawesi

Menurut Hadi, jalur laut yang menjadi andalan pasokan bahan pangan dari Pulau Jawa dan Sulawesi kerap terganggu oleh gelombang tinggi. Keterlambatan kedatangan kapal ini langsung berdampak pada ketersediaan barang di pasar dan akhirnya memicu gejolak harga.

"Keterlambatan pasokan mengganggu ketersediaan dan mempengaruhi harga bahan pangan, dari hasil pantauan ketersediaan pangan masih dalam kondisi aman," katanya.

Pemantauan Komoditas hingga Operasi Pasar

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Penajam Paser Utara telah menjalankan sejumlah langkah konkret. Pertama, pemantauan ketat terhadap komoditas strategis dilakukan secara berkala. Kedua, koordinasi lintas sektor diperkuat untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar meski cuaca buruk.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggelar gerakan pangan murah dan operasi pasar di sejumlah wilayah secara rutin. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang potensi kenaikan harga.

Bibit Cabai dan Tomat Dibagikan untuk Ketahanan Pangan Jangka Panjang

Tidak hanya bersifat reaktif, Pemkab Penajam Paser Utara juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui sektor pertanian. Program pembagian bibit tanaman pangan, seperti cabai dan tomat, digencarkan kepada masyarakat.

Program ini bertujuan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Dengan menanam sendiri, ketergantungan warga terhadap pembelian di pasar dapat dikurangi, sehingga pengeluaran rumah tangga bisa lebih ditekan saat harga komoditas melonjak.

Hadi menambahkan, pemberdayaan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal juga terus didorong sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan daerah. "Ancaman inflasi dapat terjadi sewaktu-waktu," ujarnya, menekankan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top