Christian Eriksen Kolaps Lagi di Laga Denmark vs Ukraina, ICD Selamatkan Nyawanya

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 07:58:02 WIB
Christian Eriksen kolaps saat laga Denmark vs Ukraina di Stadion Odense.

KALIMANTAN TIMUR — Insiden dramatis terjadi di Stadion Odense pada pertengahan babak kedua. Eriksen tiba-tiba ambruk tanpa kontak fisik dengan pemain lain, memaksa wasit menghentikan pertandingan saat Denmark unggul 2-1. Sang gelandang berusia 34 tahun langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit setelah sadarkan diri.

Pesan Eriksen 24 Jam Setelah Insiden: "Saya Baik-baik Saja"

Kurang dari 24 jam pasca kolaps, Eriksen angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya, Senin (8/6) malam WIB. Eks pemain Manchester United itu menegaskan kondisinya kini stabil dan tengah dalam masa pemulihan di rumah bersama keluarga.

"Saya ingin memberi tahu semua orang bahwa saya baik-baik saja. Seperti yang Anda bayangkan, menerima kejutan dari ICD saya telah berdampak besar pada saya dan keluarga saya," tulis Eriksen dalam pernyataannya.

Yang membedakan insiden kali ini dengan tragedi Euro 2020 adalah respons alat pacu jantung di dadanya. Eriksen mengonfirmasi ICD bekerja persis seperti yang dirancang: memberikan kejutan listrik untuk menormalkan irama jantung saat ia benar-benar membutuhkannya.

ICD: Alat yang Mengubah Nasib Karier Eriksen

Ini menjadi kali kedua Eriksen tumbang di tengah lapangan. Pertama kali terjadi pada laga grup Piala Eropa 2020, Juni 2021, saat Denmark menghadapi Finlandia. Saat itu ia mengalami gagal jantung dan harus diresusitasi di lapangan.

Setelah insiden tersebut, Eriksen menjalani pemasangan ICD—alat pacu jantung kecil yang ditanam di dada untuk memonitor dan mengoreksi detak jantung abnormal. Tanpa alat itu, karier profesionalnya sebagai pesepakbola mungkin harus berakhir. Justru ICD-nya kini menjadi penyelamat utama.

Fokus Pemulihan: Liburan dan Bermain Bola dengan Anak-anak

Eriksen memastikan bahwa untuk saat ini prioritasnya adalah pemulihan total. Ia berencana menghabiskan waktu bersama keluarga, berlibur, dan bermain sepak bola dengan anak-anaknya sebelum memikirkan langkah selanjutnya.

"Saya merasa baik dan pemulihan saya sudah dimulai. Selain bersyukur atas dukungan dan bantuan semua pemain dan tim medis di lapangan, saya juga sangat berterima kasih kepada para dokter yang telah merawat saya dan jantung saya selama bertahun-tahun," ujarnya.

Ucapan terima kasih khusus juga disampaikan Eriksen kepada tim medis yang sigap membantunya di lapangan Odense. Kecepatan respons mereka menjadi faktor krusial dalam penanganan insiden jantung yang bisa berakibat fatal tanpa pertolongan pertama yang tepat.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top