NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan infrastruktur sosial di Kalimantan Timur. Fokus pembangunan kini bergeser dari sekadar fisik gedung pencakar langit menuju penguatan kapasitas manusia yang akan menghuni kota masa depan tersebut.
Pemerintah memproyeksikan transformasi sumber daya manusia (SDM) melalui sekolah cerdas dan hijau akan menjadi motor penggerak ekonomi. Peta jalan pendidikan di ibu kota baru ini dirancang sebagai infrastruktur primer yang berorientasi pada persaingan global namun tetap berpijak pada karakter lokal.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, memaparkan visi besar ini dalam acara IKN Youth Forum. Pembangunan SDM yang kompeten menjadi syarat mutlak agar IKN tumbuh sebagai kota dunia yang inklusif.
"Melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berkarakter, IKN diarahkan untuk menjadi kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Troy Pantouw di Nusantara, Rabu (1/5/2026).
Sistem pembelajaran di IKN disusun secara bertahap dan spesifik menyesuaikan jenjang usia. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan menitikberatkan pada manajemen diri, sementara tingkat SMA dan SMK dipersiapkan untuk langsung terserap di dunia kerja profesional.
Ambisi Nusantara sebagai pusat pendidikan nasional mulai terlihat dengan hadirnya sejumlah lembaga pendidikan ternama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sekolah-sekolah ini akan mengintegrasikan teknologi digital dengan kurikulum berstandar internasional.
Beberapa institusi yang dipastikan hadir meliputi SMA Taruna Nusantara, SMA Garuda, hingga Australian Independent School. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.
Selain pendidikan dasar dan menengah, IKN juga akan didukung oleh pusat riset kelas dunia. Fasilitas riset ini berfungsi sebagai wadah inovasi bagi pendidikan tinggi untuk memecahkan berbagai tantangan perkotaan modern di masa depan.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pengembangan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyebut kualitas pengajaran hari ini menentukan wajah Nusantara dua dekade mendatang. Pendidikan dianggap sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya akan terlihat pada stabilitas sosial kota.
"Pembangunan pendidikan adalah inti dari pembangunan infrastruktur sosial Ibu Kota Nusantara yang akan membentuk wajah kota ini dalam 20 hingga 30 tahun ke depan," tegas Alimuddin.
Pemerintah optimis bahwa penguatan sektor pendidikan akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga di sekitar kawasan. Melalui akses sekolah berkualitas, OIKN menargetkan angka kemiskinan di wilayah Nusantara dapat ditekan hingga nol persen pada tahun 2035.
Integrasi antara teknologi digital, kurikulum internasional, dan dukungan infrastruktur hijau diharapkan menjadikan IKN sebagai model nasional pendidikan masa depan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia emas yang siap bersaing di kancah internasional.