KALIMANTAN TIMUR — RiderTua.com – Insentif untuk mobil listrik murni (BEV) yang seharusnya berlaku mulai awal tahun kembali molor hingga memasuki Juli 2026. Kondisi ini memicu kekhawatiran para agen pemegang merek (APM) terhadap potensi penurunan penjualan, khususnya menjelang gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang tinggal menghitung hari.
Insentif Habis, Penjualan BEV Tertekan di Awal Tahun
Sepanjang 2025, performa mobil listrik di Indonesia cukup gemilang dengan total penjualan menembus lebih dari 20 ribu unit. Angka tersebut didorong oleh keberadaan insentif yang membuat harga jual lebih kompetitif. Namun, sejak insentif berakhir di penghujung tahun lalu, pasar BEV langsung mengalami koreksi penjualan yang cukup drastis pada beberapa bulan pertama 2026.
Produsen yang sudah membawa model BEV andalannya ke Indonesia pun ikut merasakan dampaknya. Banyak konsumen memilih menunda pembelian hingga kepastian insentif baru keluar, yang sayangnya terus diundur tanpa kejelasan jadwal yang pasti.
Model Entry Level Justru Jadi Penyelamat Pasar BEV
Meski tekanan penjualan melanda segmen BEV premium, segmen entry level justru menunjukkan ketahanan. Jaecoo J5 EV dan BYD Atto 1 menjadi dua model yang mencatatkan hasil penjualan solid sepanjang semester pertama 2026. Menariknya, Jaecoo J5 EV bahkan disebut mampu melampaui capaian tahun lalu berkat pilihan model yang semakin beragam di pasaran.
BYD Atto 1 sempat mengalami penurunan penjualan akibat transisi dari sistem impor CBU ke produksi lokal. Namun, penurunan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara seiring rampungnya proses adaptasi rantai pasok di dalam negeri.
Produsen China Tetap Ekspansif Meski Tanpa Insentif
Merek-merek asal China seperti BYD, Geely, Chery, Changan, hingga XPeng tetap agresif menghadirkan model BEV, PHEV, hingga EREV ke Indonesia. Strategi ini tidak terpengaruh oleh ketidakpastian insentif, mengingat mereka sudah menguasai pangsa pasar yang cukup besar di segmen mobil listrik dan plug-in hybrid.
Keputusan untuk terus menambah model baru didasari oleh hasil riset pasar yang menunjukkan minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan masih tinggi. Produsen China juga mulai melirik segmen hybrid yang selama ini didominasi merek Jepang, meski untuk saat ini fokus utama mereka tetap pada BEV dan PHEV.
GIIAS 2026 Jadi Ujian Nyata Daya Tarik BEV
GIIAS 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat menjadi ajang pembuktian apakah pasar BEV masih mampu bertahan tanpa insentif. Meski ada kekhawatiran penjualan di pameran terganggu, model-model entry level yang harganya semakin kompetitif diperkirakan tetap akan laris. Produsen pun tidak patah arang dan tetap berencana merilis berbagai model anyar di ajang tersebut, apapun kondisi kebijakan yang berlaku.