Pencarian

Komisi II DPRD Kaltim Dorong Tambahan Sumber Air Baku di Balikpapan, Infrastruktur Perpipaan 30 Tahun Jadi Sorotan

Minggu, 05 Juli 2026 • 16:23:31 WIB
Komisi II DPRD Kaltim Dorong Tambahan Sumber Air Baku di Balikpapan, Infrastruktur Perpipaan 30 Tahun Jadi Sorotan
Komisi II DPRD Kaltim mendorong percepatan proyek embung sebagai sumber air baku baru di Balikpapan.

SAMARINDA — Persoalan air bersih di Balikpapan tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa. Kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) itu tidak memiliki sungai besar seperti Samarinda yang mengandalkan Mahakam. Satu-satunya andalan adalah Waduk Manggar Kilometer 12 dan Waduk Teritip yang bergantung pada air hujan.

Mengapa Balikpapan Sulit Lepas dari Krisis Air Bersih?

Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nurhadi Saputra, menyebut kondisi ini sudah berlangsung lama dan kian genting. "Kalau berbicara air, itu permasalahan paling mendasar di Balikpapan. Balikpapan tidak memiliki sumber air baku seperti Samarinda yang memiliki Sungai Mahakam. Kita hanya mengandalkan waduk yang bersumber dari tadah hujan," kata legislator dari Daerah Pemilihan Balikpapan itu.

Saat musim kemarau, debit air di dua waduk utama itu menyusut drastis. Di sisi lain, kebutuhan warga terus bertambah seiring laju pertumbuhan penduduk. Nurhadi menegaskan, bahkan di kondisi normal pun kapasitas air yang tersedia belum sebanding dengan permintaan.

Embung Aji Raden: Harapan yang Belum Terwujud

Pemerintah sebenarnya sudah merencanakan pembangunan Embung Aji Raden sebagai sumber air baku baru. Proyek ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Balikpapan dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Namun hingga kini, realisasi pembangunan embung tersebut masih mandek.

Selain keterbatasan sumber air, Nurhadi juga menyoroti kondisi jaringan pipa Perumda Tirta Manuntung. "Proses penggantian pipa kerap mengharuskan distribusi air dihentikan sementara sehingga memicu keluhan masyarakat," ujarnya. Kawasan yang letaknya jauh dari sumber air seperti Balikpapan Barat, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Kota menjadi wilayah paling sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Berbagai Alternatif Sudah Dibahas, Eksekusi Masih Nihil

Nurhadi mengungkapkan, sejumlah alternatif telah dibahas untuk menambah pasokan air baku. Namun ia tidak merinci opsi-opsi tersebut. Yang jelas, dorongan dari Komisi II DPRD Kaltim kini mengerucut pada satu tuntutan: proyek embung dan peremajaan pipa harus segera dieksekusi, bukan sekadar wacana.

Tanpa sumber air baku baru dan perbaikan infrastruktur perpipaan, warga Balikpapan akan terus bergantung pada musim. Dan ketika kemarau panjang tiba, krisis air bersih bukan lagi ancaman, melainkan kepastian.

Bagikan
Sumber: nomorsatukaltim.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks