SENDAWAR — Suasana Sirkuit BMX Mandiri di Jalan Tower Simpang Raya, Barong Tongkok, dipenuhi keceriaan. Puluhan anak bergantian turun ke lintasan menunjukkan kemampuan mereka di atas sepeda BMX.
Ketua Pengurus Inorga BMX Kubar, Andreas, menyebut kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah kategori bergengsi. Mulai dari Push Bike, BMX Cross lokal Simpang Raya, BMX Cross Open Kubar, hingga BMX Cross kategori putri.
Rentang usia peserta cukup lebar. Mereka yang terlibat merupakan kelahiran tahun 2006 hingga yang paling muda kelahiran tahun 2020.
Ketua KORMI Kubar, Hengki, menyebut kejuaraan ini merupakan rangkaian semarak Hari Jadi Kabupaten Kutai Barat ke-27. Kegiatan ini punya misi khusus bagi generasi muda.
"Tujuan utamanya adalah memberikan ruang bagi anak-anak agar bisa terlepas dari ketergantungan dengan gadget," ucap Hengki di hadapan para orang tua peserta.
Hadir dalam acara tersebut ketua KONI Kubar, ketua KORMI Kubar, serta perwakilan dari Dispora Kubar.
Ketua KONI Kubar, Alsiyus, memuji inisiatif tersebut. Ia menilai ajang ini sebagai langkah strategis untuk menjaring atlet usia dini.
"Hal ini menjadi langkah strategis penjaringan atlet usia dini karena ke depan akan ada pembatasan usia untuk atlet," jelas Alsiyus.
Dukungan juga datang dari Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kubar, Benny Setiawan. Pihaknya berkomitmen mengawal kemajuan olahraga ekstrem dan rekreasi tersebut.
Pemerintah daerah berencana meningkatkan dukungan sarana bagi cabang BMX. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan fasilitas atau pembangunan venue khusus di masa mendatang.
"Salah satunya diwujudkan melalui rencana pengembangan fasilitas atau pembangunan venue khusus di masa mendatang," ungkap Benny.
Kejuaraan di Sirkuit BMX Mandiri menjadi pijakan awal bagi Kubar untuk memetakan bibit atlet muda. Pembangunan venue khusus disebut bakal menentukan seberapa jauh cabang ini bisa berkembang di tingkat daerah maupun provinsi.