KALIMANTAN TIMUR — Festival Film Internasional Rotterdam (IFFR) mengumumkan 10 film fitur yang akan tayang perdana di dunia pada edisi ke-56, 28 Januari–7 Februari 2027. Seleksi awal ini tersebar di sidebar Bright Future dan Harbour, dengan komedi horor kanibal "Ali and Ben's Spicy Meats" garapan sineas Malaysia Iskander dan Feisal Azizuddin sebagai salah satu judul yang dikunci. Daftar lengkapnya baru akan diumumkan pada 16 Desember 2026.
Direktur Festival IFFR Vanja Kaludjercic menyebut sepuluh film pertama ini sudah memperlihatkan rentang selera yang lebar, dari yang jenaka dan provokatif sampai yang intim dan mendesak secara politik. Menurutnya, sinema paling menarik justru ketika berani menantang ekspektasi penonton.
Pengumuman ini juga membawa wajah-wajah lama kembali ke Rotterdam. Tiga sutradara yang punya jejak di IFFR masuk lagi ke daftar, sementara beberapa nama baru ikut melengkapi seleksi.
Sidebar Harbour mengambil inspirasi dari identitas Rotterdam sebagai kota pelabuhan. Program ini diposisikan sebagai tempat berlindung bagi pembuat film kontemporer yang mendorong batas sinema.
Sutradara Angola Kiluanji Kia Henda kembali setelah hadir lewat "Short Profile" pada 2020 dan karya performans "Resetting Birds' Memories" pada 2021. Kali ini ia membawa "Karl Marx, Luanda", sejarah masa depan satir tentang Angola yang membayangkan negaranya lahir kembali sebagai negara Marxis.
Dari Siprus, Kyros Papavassiliou hadir dengan "Yiannis" setelah "Impressions of a Drowned Man" masuk kompetisi Tiger pada 2015. Sutradara Hong Kong Rita Hui Nga Shu juga kembali lewat "The Lapse", menyusul premier "Decameron" pada 2021.
Dua nama baru di Harbour adalah Iskander dan Feisal Azizuddin. Kakak-beradik asal Malaysia ini membawa "Ali and Ben's Spicy Meats", komedi horor tentang dua sahabat bangkrut yang menjalankan bisnis acar gagal lalu menemukan resep ajaib berbahan daging manusia. Kesuksesan mendadak mereka memancing kecurigaan seorang politikus lokal.
Omer Shamir melengkapi daftar Harbour dengan "Waiting Room", potret dokumenter yang intim.
Sidebar Bright Future khusus memuat karya sineas yang baru muncul. Salah satu yang menonjol adalah "Kids Go Free" garapan Ben Hicks, film yang dikerjakan selama 15 tahun di tiga negara dan menyoroti pertanyaan soal keamanan ekonomi di tengah hasrat berpetualang.
Parbat Chapagai membawa "Portrait of a Young Criminal", adaptasi bergaya dari "Crime and Punishment" Dostoevsky yang berlatar sebuah kota kecil di Nepal. Kisahnya mengikuti David, seorang guru les miskin yang terobsesi menyelamatkan Sonya, pekerja seks remaja, dan memutuskan membunuh majikannya yang kaya.
Dari Meksiko dan Argentina ada "The Muglur" karya Lucila Las Heras, dongeng gelap tentang Aurora yang membuat perjanjian dengan makhluk aneh demi menulis novel fantasi di bawah tekanan ayahnya yang alkoholik.
Mohamed El Zayat hadir dengan "In The Name of Galeela", dramedi ansambel asal Mesir tentang seorang pemuda yang harus meyakinkan neneknya yang buta bahwa ibadah haji ke Mekah tetap berjalan meski uangnya dicuri. Ali Bakhtiari melengkapi daftar lewat dokumenter "Tehran The Obscure Atelier of Desire".
IFFR juga memperkenalkan kampanye festival 2027 yang digarap bersama studio desain Rotterdam, 75B. Kampanye ini mengangkat semangat kebebasan artistik dan rasa ingin tahu, dengan pesan bahwa tidak ada satu cara tunggal untuk memandang dunia.
Pada edisi 2026, Bright Future meloloskan "Ah Girl" yang meraih IFFR Youth Jury Award dan tampil di TIFF 2026, serta "Let Them Be Seen" di BFI London Film Festival 2026. Dari Harbour, debut James J. Robinson "First Light" tercatat sebagai perwakilan Australia untuk Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 pada 2027.
Edisi ke-56 IFFR berlangsung 28 Januari hingga 7 Februari 2027, dengan lineup lengkap diumumkan 16 Desember 2026. Bagi penonton Indonesia, seleksi awal ini jadi sinyal bahwa Asia Tenggara masih punya tempat di panggung festival Eropa, kali ini lewat horor komedi Malaysia yang siap menggoda selera programmer Rotterdam.
Film horor komedi M?
laysia apa yang tayang perdana di IFFR 2027? A: "Ali and Ben's Spicy Meats" garapan Iskander dan Feisal Azizuddin, komedi horor tentang dua sahabat bangkrut yang menemukan resep ajaib berbahan daging manusia.