PENAJAM — Sandri menyampaikan hal itu dalam keterangan kepada wartawan pada Selasa (27/10/2026). Menurutnya, kawasan Penajam hingga Babulu punya potensi besar yang belum mendapat perhatian sepadan dari penyelenggara kegiatan resmi.
Ia menilai perhotelan adalah pintu masuk bagi sektor ekonomi lain. Ketika kamar terisi, pasar, warung makan, dan usaha jasa ikut bergerak.
Sandri membandingkan kondisi Penajam dan Babulu dengan Kecamatan Sepaku. Wilayah Sepaku disebut sudah memiliki pangsa pasar hunian sendiri berkat pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Perbedaan itu yang membuat perhotelan di dua kecamatan lain lebih bergantung pada kunjungan tamu dinas. "Kawasan Penajam hingga Babulu memiliki potensi besar yang perlu perhatian lebih," kata Sandri.
Bagi Sandri, tingkat hunian hotel bisa jadi indikator cepat sehat tidaknya ekonomi lokal. Uang yang dibawa tamu dinas berputar di kampung, bukan di kota lain tempat rapat digelar.
"Ketika hunian ramai, kembali lagi selalu kita sampaikan bahwa mata rantai perekonomian yang paling keren itu adalah di perhotelan. Kalau hotelnya ramai, maka itu dianggap sukses perekonomiannya, sebab orang datang ke sini berbelanja dan perputaran uangnya ada di sini," tegasnya.
Sandri memastikan penginapan di PPU tidak perlu berbintang untuk menampung tamu dari kementerian. Standar yang diminta tamu pusat, menurut dia, cukup kebersihan dan kenyamanan.
"Orang pusat ketika datang ke PPU paham dan tahu kondisi PPU seperti apa. Mereka tidak pernah mencari sesuatu yang mewah karena sudah biasa didapatkan di kota. Yang mereka tuntut itu kan kebersihan dan kenyamanan," jelasnya.
Pernyataan itu sekaligus membantah anggapan bahwa kualitas akomodasi jadi alasan rapat dipindah ke luar daerah. Persoalannya lebih pada kebijakan penentuan lokasi kegiatan.
Menghadapi tantangan ekonomi tahun depan, PHRI berharap pemerintah daerah memprioritaskan penyelenggaraan rapat di wilayah PPU. Langkah itu dinilai bisa menjaga stabilitas pendapatan pelaku usaha jasa akomodasi dan UMKM setempat.
Dampaknya tidak berhenti di hotel. Warung makan, penyedia jasa transportasi, hingga pedagang di sekitar penginapan ikut merasakan kunjungan tamu dinas yang menginap di PPU.