SAMARINDA — Komunitas pemuda dan konten kreator Kalimantan Timur yang tergabung dalam gerakan Borneo Kind menginisiasi penanaman 1.000 pohon di area bekas kebakaran hutan dan lahan. Pemilihan lokasi menyasar lahan kritis yang tanahnya gersang pascakarhutla. Bibit yang dipakai adalah pohon lokal dengan daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lahan tersebut.
Gerakan Borneo Kind menyebut inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap kelestarian ekosistem lokal. Penanaman tidak berhenti di seremonial tanam, tetapi disertai monitoring berkala untuk memastikan tanaman tumbuh hingga dewasa.
Penentuan jenis bibit menjadi langkah pertama dalam gerakan ini. Pohon lokal dipilih karena kemampuan adaptasinya terhadap lahan kritis dinilai lebih tinggi dibanding jenis lain. Pendekatan itu dianggap lebih realistis untuk memulihkan tanah yang sebelumnya terbakar.
Selain penanaman, komunitas kreator digital dilibatkan untuk mengampanyekan kesadaran ekologis secara luas. Kanal digital mereka dipakai sebagai ruang edukasi soal mitigasi perubahan iklim dan perawatan hutan hujan tropis Kalimantan Timur.
Gerakan pelestarian ini berjalan lewat sejumlah langkah strategis yang saling terkait:
Kolaborasi lintas sektor dalam gerakan ini mendapat apresiasi positif dari elemen masyarakat yang mendambakan lingkungan asri. Dukungan itu dinilai memperkuat solidaritas antarwarga dalam merawat ekosistem setempat.
Inisiatif tanam 1.000 pohon dipandang membuktikan peran anak muda dalam mitigasi perubahan iklim. Aksi nyata di lapangan dinilai melengkapi kampanye kesadaran yang biasanya berhenti di ruang digital.
Kalimantan Timur sendiri menghadapi ancaman kerusakan alam yang berulang, termasuk karhutla yang menyisakan lahan gersang. Pemulihan area bekas terbakar menjadi pekerjaan jangka panjang yang menuntut keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah.
Sinergi antara komunitas kreatif dan masyarakat luas diharapkan berlanjut demi keseimbangan ekologis yang mendukung pembangunan daerah berkelanjutan. Pola kolaborasi semacam ini disebut bisa ditiru daerah lain di Indonesia dalam merawat lingkungan untuk generasi mendatang.