TANJUNG REDEB — Diskominfo Kabupaten Berau menetapkan Venny Sartika sebagai pemenang utama lomba fotografi dalam rangkaian Berau Expo 2026. Penilaian dewan juri menempatkan karya Venny di posisi teratas dengan rata-rata 85,20, mengungguli peserta lain yang ikut dalam kompetisi bertema "SDM Berdaya, Budaya Terjaga, Ekonomi Lestari, Berau Sejahtera".
Venny tidak membidik lanskap modern atau kemegahan kota. Ia mengarahkan lensa ke aktivitas memanen madu secara tradisional oleh masyarakat Dayak di pedalaman Berau — praktik yang jarang tersorot kamera warga perkotaan.
Bagi Venny, memanen madu bukan sekadar cara bertahan hidup atau mencari pemasukan. Aktivitas itu merupakan manifestasi cara hidup masyarakat adat yang berdampingan selaras dengan alam.
Pengetahuan leluhur yang diwariskan lintas generasi menjadi inti cerita dalam bingkai fotonya. Komposisi visual yang dihadirkan merekam relasi erat antara manusia dan hutan, memperlihatkan bagaimana tradisi masa lalu tetap relevan menopang kehidupan di tengah arus modernisasi.
Kemenangan Venny membuktikan karya foto yang kuat tidak selalu lahir dari objek megah atau penuh warna glamor. Cerita paling mendalam justru terpancar dari aktivitas sederhana yang sarat makna filosofis dan kultural.
Melalui bidikan Venny, praktik panen madu tradisional yang jarang disaksikan masyarakat perkotaan mendapat ruang apresiasi lebih luas. Foto itu menjadi pengingat bahwa di balik kekayaan alam Kabupaten Berau tersimpan warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Berau Expo 2026 bukan sekadar perayaan atau catatan pembangunan fisik. Melalui mata lensa kreator muda seperti Venny Sartika, ajang ini merefleksikan identitas kultural dan denyut kehidupan masyarakat Berau.
Pesan yang diusung Venny sederhana: fotografi adalah tentang bagaimana sebuah cerita mampu hidup dan berbicara kepada siapa saja yang memandangnya. Dewan juri menilai kemampuan itu lewat angka 85,20 yang menempatkannya di podium tertinggi.