Nestlé Indonesia Janji Ekspor Rp10 Triliun dalam Tiga Tahun, Mulai dari Kopi ke Australia

Penulis: Valdi Pratama  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:52:01 WIB
Nestlé Indonesia menandatangani komitmen ekspor senilai minimal Rp10 triliun selama tiga tahun di Trade Expo Indonesia, ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10).

KALIMANTAN TIMUR — Nestlé Indonesia meneken komitmen ekspor produk senilai minimal Rp10 triliun selama tiga tahun ke depan bersama Kementerian Perdagangan. Kerja sama itu mencakup penguatan rantai pasok dan pemberdayaan petani lokal, dengan target ekspor produk jadi lebih dari 50.000 ton hingga akhir 2026.

Penandatanganan komitmen berlangsung di ajang Trade Expo Indonesia di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (15/10). Presiden Direktur Nestlé Indonesia Georgios Badaro menyebut perusahaan memproduksi barang ekspor dari empat pabrik di Tanah Air, lalu memasarkannya ke lebih dari 30 negara di tiga benua.

Ekspor perdana kopi siap minum ke Melbourne

Nestlé resmi melepas ekspor perdana Nescafé siap minum (ready-to-drink/RTD) ke Melbourne, Australia. Produk kopi itu merupakan hasil pengembangan ekosistem kopi perusahaan di dalam negeri, bukan sekadar pengiriman barang jadi dari luar.

Australia menjadi tujuan pertama, tetapi bukan satu-satunya. Perusahaan juga memasok produk kopi ke sejumlah negara lain lewat jaringan distribusi yang sudah terbangun.

"Hari ini, kami mewujudkan pencapaian tersebut melalui pelepasan ekspor Nescafé siap minum (ready-to-drink atau RTD)," kata Georgios dalam acara tersebut.

12.500 petani kopi Lampung jadi tulang punggung rantai pasok

Basis produksi kopi Nestlé bertumpu pada sekitar 12.500 petani kopi di Lampung yang telah dibina lebih dari 30 tahun. Pembinaan dijalankan lewat program Nescafé Plan, yang menyentuh teknik budi daya, peningkatan produktivitas pertanian, hingga pengelolaan pendapatan petani.

Skema itu menjelaskan mengapa komitmen ekspor kali ini disebut menyasar daya saing produk pertanian, bukan hanya volume kiriman. Petani ditempatkan sebagai pemasok utama dalam rantai pasok perusahaan, dengan kapasitas yang disiapkan agar bisa memenuhi standar pasar global.

Empat komoditas yang disasar masuk jaringan global Nestlé

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyebut kerja sama ini mencakup peningkatan kapasitas petani dan produktivitas komoditas pertanian. Sejumlah komoditas diharapkan menembus pasar internasional lewat jaringan distribusi Nestlé.

  • Kopi
  • Cokelat
  • Kelapa
  • Rempah-rempah

"Inti daripada kerja sama ini adalah komitmen Nestlé untuk melakukan ekspor minimal Rp10 triliun selama tiga tahun. Tentunya ini bisa lebih tinggi lagi," ujar Fajarini.

Bukan cuma soal nilai ekspor

Komitmen Rp10 triliun memberi gambaran soal arah industri pengolahan pangan nasional. Nilai itu dipatok setidaknya, sehingga realisasi bisa melampaui target jika penyerapan pasar di 30 negara berjalan lancar.

Bagi petani dan pelaku usaha pertanian di Lampung dan daerah pemasok lain, kerja sama ini membuka jalur langsung ke pembeli luar negeri tanpa harus membangun kanal ekspor sendiri. Namun, volume dan kualitas pasokan menjadi syarat yang harus dipenuhi secara konsisten selama tiga tahun ke depan.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top