PLN Layani 159 Data Center, Konsumsi Listrik Sentuh 2.378 GWh

Penulis: Wendra Kusuma  •  Minggu, 27 September 2026 | 08:34:31 WIB
PLN melayani 159 pelanggan data center dengan konsumsi listrik mencapai 2.378 GWh.

KALIMANTAN TIMUR — PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik dari 159 pelanggan pusat data yang dilayaninya mencapai 2.378 gigawatt hour (GWh) per Sabtu (26/9). Angka itu menunjukkan industri data center masih bergantung pada pasokan listrik PLN, dengan 99% kapasitas tersambung terpusat di sistem Jawa-Madura-Bali.

Paragraf pembuka: Kapasitas listrik tersambung dari 159 pelanggan data center PLN mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA). Sebagian besar masih berada di Jawa-Madura-Bali, dan Jawa Barat menjadi salah satu kawasan utama pengembangan pusat data. Ekspansi industri ini dinilai menuntut dukungan kelistrikan dengan spesifikasi yang semakin kompleks.

Beban Listrik Data Center Masih Menumpuk di Jawa

Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, mengungkapkan bahwa 99% kapasitas listrik tersambung dari pelanggan data center masih terpusat pada sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali. Konsentrasi itu membuat pasokan di kawasan tersebut menanggung hampir seluruh beban industri pusat data nasional.

Meski begitu, pembangunan pusat data mulai meluas ke sejumlah wilayah di luar Jawa-Madura-Bali, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Perluasan ini diperkirakan mendorong peningkatan kebutuhan listrik dari sektor teknologi di daerah-daerah tersebut.

PLN menilai perencanaan infrastruktur kelistrikan perlu diselaraskan dengan karakteristik kebutuhan dan potensi pertumbuhan di masing-masing wilayah. Tanpa penyesuaian itu, pasokan dikhawatirkan tidak mampu mengimbangi laju pembangunan pusat data di luar Jawa.

Kebutuhan Listrik Data Center Baru Permulaan

Dini menyebut konsumsi listrik 2.378 GWh dari 159 pelanggan data center baru tahap awal. "Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing, layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan," ujarnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menuturkan ekspansi industri data center membutuhkan dukungan kelistrikan dengan spesifikasi yang semakin kompleks. Kebutuhan itu mencakup kapasitas memadai, tingkat keandalan tinggi, kualitas daya yang terjaga, hingga penggunaan sumber energi bersih.

"Pertumbuhan kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital," ungkap Darmawan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/9).

PLN menyatakan akan memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mengimbangi pertumbuhan industri pusat data. Langkah itu dinilai penting seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan transformasi digital.

Tantangan Jaga Keandalan dan Tarif

Menurut Dini, tantangan PLN ke depan adalah menjaga keseimbangan antara percepatan penambahan kapasitas listrik dengan keandalan pasokan, keterjangkauan tarif, dan stabilitas sistem dalam jangka panjang. Pembangunan pembangkit dan jaringan listrik perlu dirancang terintegrasi sejak tahap awal.

PLN mendorong pendekatan early alignment, yakni koordinasi antara PLN dan pengembang sejak tahap awal perencanaan pusat data. "Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah," kata Dini.

Darmawan menambahkan perencanaan perlu dilakukan sejak awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi tumbuh berkelanjutan. "PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital," katanya.

Penutup: Konsumsi 2.378 GWh dari 159 pelanggan data center menegaskan posisi PLN sebagai penopang utama ekonomi digital Indonesia. Dengan 99% kapasitas masih terpusat di Jawa-Madura-Bali, kesiapan infrastruktur di luar Jawa akan menentukan seberapa cepat ekspansi pusat data dan AI bisa tersebar merata.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top