Film “Makin Ditekan, Makin Melawan” Putar Perdana di Fakultas Hukum Unmul Samarinda, Soroti 6.719 Penangkapan Aktivis

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 09 September 2026 | 05:46:01 WIB
Film dokumenter “Makin Ditekan, Makin Melawan” diputar perdana di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Samarinda, pada Sabtu (21/9/2025).

SAMARINDA — Karya sutradara Faiz Benshadeq itu mengupas tuntas dugaan pola kriminalisasi terhadap aktivis dan peserta aksi di Indonesia. Sejumlah kasus yang disorot terjadi setelah gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 lalu.

Pemutaran perdana di Kaltim ini digelar Kementerian Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) BEM FH Unmul. Acara juga dirangkai dengan diskusi dan menjadi bagian dari momentum September Hitam 2026.

Data 6.719 Penangkapan yang Diungkap Film

Salah satu temuan yang dipaparkan dalam film adalah data jumlah orang yang ditangkap pasca aksi demonstrasi. Disebutkan, pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tercatat 6.719 orang ditangkap dan 703 di antaranya menjalani proses pengadilan.

Angka itu disebut sebagai jumlah tahanan politik terbesar sejak era Reformasi. Bahkan, disebut melampaui angka pada masa Orde Baru 1994 yang sekitar 350 orang.

Kesaksian Aktivis yang Alami Kekerasan

Film ini juga menampilkan kesaksian sejumlah narasumber, salah satunya aktivis Khariq Anhar. Ia mengaku mengalami kekerasan ketika ditangkap aparat.

“Film ini menggambarkan kasus-kasus penangkapan dan dampaknya terhadap kondisi psikologis para aktivis akibat tindakan aparat penegak hukum terhadap mereka yang menyuarakan keadilan untuk masyarakat,” kata Kabid Kastrat BEM FH Unmul, Fauzan.

Diskusi Bareng Tahanan Politik Asal Samarinda

Usai pemutaran, acara dilanjutkan diskusi dengan menghadirkan pemantik dari kalangan tahanan politik asal Samarinda, termasuk Rian. Sesi ini dinilai penting untuk mendengar langsung pengalaman mereka yang pernah berhadapan dengan aparat.

Fauzan menambahkan, pemutaran film ini menjadi pengingat bahwa persoalan represivitas terhadap aktivis masih menjadi perhatian serius. “Film dokumenter ini juga sebagai pengingat bahwa aparat saat ini represif terhadap aktivis,” singkatnya.

Harapan BEM FH Unmul untuk Ruang Publik Kampus

Melalui nobar dan diskusi ini, BEM FH Unmul berharap isu kebebasan menyampaikan pendapat, perlindungan terhadap aktivis, serta dugaan kriminalisasi pascaaksi dapat terus dibicarakan di ruang publik. Lingkungan kampus disebut menjadi tempat strategis untuk membuka ruang diskusi kritis tersebut.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: pusaranmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top