SAMARINDA — PMI Kaltim mengerahkan dua unit tangki air ke Kabupaten Berau dan Kutai Kartanegara untuk mendukung pemadaman karhutla. Satu unit tangki air lainnya dikerahkan untuk membantu distribusi air bersih bagi warga Kota Samarinda yang mengalami kekeringan.
Kepala Markas PMI Kaltim Rusliansyah menyatakan penanganan bencana dilakukan dengan mengerahkan personel dan sarana sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Dukungan ini menjadi bagian dari respons cepat organisasi terhadap kondisi darurat yang melanda sejumlah daerah.
PMI Kaltim tidak hanya fokus pada distribusi bantuan logistik. Organisasi kemanusiaan ini turut menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan serta rumah oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 42 personel telah dikerahkan untuk mendukung berbagai kegiatan penanganan bencana. Mereka diperkuat dengan lima unit ambulans yang disiagakan untuk pelayanan darurat.
Kekeringan dan karhutla berdampak langsung pada dua hal vital: ketersediaan air bersih dan kesehatan masyarakat. Paparan asap akibat kebakaran lahan berpotensi memicu gangguan pernapasan bagi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Pengurus PMI Kaltim Bidang Penanggulangan Bencana Drs. Abubakar Alamrie, M.Si., bersama jajarannya terus melakukan koordinasi di lapangan. Pemantauan dan dukungan operasional juga dilakukan oleh Staf Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kaltim Wahyu Dwi Cahyono.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau bantuan dapat menghubungi Posko PMI Kaltim di nomor 0811 5840 400. Posko tersebut berlokasi di Jl. Palang Merah Indonesia No. 1, Samarinda.
PMI Kaltim memastikan dukungan kemanusiaan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan. Organisasi ini mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kebencanaan melalui semangat “PMI Selalu Bantu, Peduli Bergerak Bersama.”