KALIMANTAN TIMUR — Tanda-tanda itu memang mudah dikenali. Gaya glossy, mata lebar, dan filter warna kuning yang dominan pada setiap karakter kerap diasosiasikan dengan hasil generate AI. Komentar di YouTube sempat dimatikan oleh pihak developer sebelum akhirnya diaktifkan kembali. System 3 pun buka suara memberikan klarifikasi resmi kepada GameSpot.
"System 3 telah mengonfirmasi bahwa tidak ada generative AI yang digunakan untuk membuat artwork karakter yang ditampilkan di trailer," demikian pernyataan resmi yang diterima GameSpot. "Karakter Pondverse diproduksi melalui proses yang dipimpin oleh manusia, dimulai dari pixel graphics James Pond yang autentik."
Untuk memperkuat klaim tersebut, System 3 memberikan dokumen pendukung berupa gambar proses kerja. Karakter-karakter lawas tersebut terlihat ditelusuri ulang dari bentuk pixel art aslinya, digambar ulang menggunakan Adobe Illustrator dan Photoshop, lalu dirender dalam format 3D dan disempurnakan kembali di Photoshop. Developer juga merilis blog post yang merinci proses ini sebagai bentuk transparansi ke publik.
Sementara itu, terkait musik tema yang juga dituding memakai AI, System 3 menyatakan bahwa lagu berjudul "Maybe" dinyanyikan dan diproduksi oleh Stuart Epps. Pihak developer masih memeriksa apakah ada kredit tambahan untuk penulisan lagu atau komposisi yang perlu dicantumkan.
Ini bukan pertama kalinya waralaba James Pond berhadapan dengan isu AI. Sebelumnya, sekuel James Pond: Rogue AI menuai kecaman keras dari Chris Sorrell, sang kreator karakter James Pond. Dalam wawancara dengan Time Extension tahun lalu, Sorrell melontarkan kritik pedas terhadap penggunaan teknologi tersebut oleh System 3.
"Saya membenci hampir semua yang mereka lakukan dengan penuh gairah, terlebih lagi karena mereka menipu saya untuk menjadi bagian dari kampanye Kickstarter yang kacau balau itu, dan saya dengan bodohnya mengizinkan nama saya dikaitkan dengan perusahaan pemakan bangkai tersebut," ujar Sorrell.
Koleksi James Pond Legacy: The Pond is Not Enough akan memuat empat judul klasik: James Pond: Underwater Agent, James Pond 2: Robocod, James Pond 3: Operation Starfish, dan The Aquatic Games Starring James Pond and the Aquabats. Seluruh game akan hadir eksklusif di Nintendo Switch 2 pada Oktober 2026.
Menariknya, koleksi ini juga menyertakan arsip sejarah interaktif yang menampilkan artwork buatan tangan orisinal dari game-game klasik tersebut. Ilustrasi-ilustrasi lawas ini justru terlihat jauh lebih baik dibandingkan render karakter baru yang menjadi pusat kontroversi, meski beberapa preview screenshot masih menampilkan beberapa gambar yang diragukan keasliannya.
Kasus System 3 menambah panjang daftar kontroversi penggunaan generative AI di industri game. Beberapa studio sebelumnya sempat tertangkap basah menggunakan teknologi ini, dengan alibi umum bahwa AI hanya dipakai untuk aset sementara sebelum digantikan karya manusia. Pearl Abyss dan Sandfall Interactive adalah dua nama yang pernah berada dalam situasi serupa.
Di sisi lain, ada juga pengembang yang vokal menolak teknologi ini. Mega Crit, pengembang Slay the Spire 2, memilih menggunakan "seni jelek" buatan manusia daripada hasil generate mesin saat proses konseptualisasi game. Perdebatan tentang batas etika penggunaan AI di industri kreatif ini dipastikan akan terus berlanjut, dan komunitas gamer Indonesia pun patut memantau bagaimana developer besar menyikapi tekanan publik ke depannya.