KALIMANTAN TIMUR — Jakarta, Bloomberg Technoz — Kapasitas produksi motor listrik nasional yang besar menjadi modal utama industri merespons program insentif pemerintah. AISMOLI mencatat total kapasitas pabrik yang tersebar di dalam negeri telah mencapai angka 1,5 juta unit per tahun, sebuah angka yang memberikan ruang gerak luas bagi kebijakan percepatan elektrifikasi.
Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi target kuota insentif yang saat ini tengah disiapkan pemerintah. Bahkan, jika kuota dinaikkan menjadi 1 juta unit dalam satu tahun, AISMOLI optimistis anggota mereka mampu memenuhinya.
"Besaran insentif yang diberikan sejauh ini kan untuk 500 ribu unit. Namun, jika ditargetkan hingga 1 juta unit dalam satu tahun pun kami siap, asalkan diinformasikan sejak awal. Secara industri, jumlah kita sudah cukup banyak dan kapasitas produksi bisa mencapai 1.500.000 unit per tahun," ungkap Budi Setiadi saat dihubungi, Jumat (7/8/2026).
Di balik kesiapan kapasitas, ada satu hal yang jauh lebih penting bagi kelangsungan industri: kepastian kebijakan. Budi menegaskan bahwa peningkatan volume produksi bukanlah proses instan yang bisa dilakukan dalam hitungan minggu. Pabrikan membutuhkan waktu untuk menyiapkan rantai pasok, tenaga kerja, dan logistik.
"Kami sangat membutuhkan kepastian. Jangan sampai kuota 500 ribu unit diumumkan hari ini, lalu industri harus melakukan upaya luar biasa dalam waktu singkat. Peningkatan kapasitas industri secara tiba-tiba itu tidak bisa diselesaikan hanya dalam 1–2 minggu," tambahnya.
Selain soal kuota, asosiasi juga menyoroti mekanisme penyaluran insentif yang dinilai masih perlu dirinci lebih lanjut. Budi meminta pemerintah untuk melibatkan banyak asosiasi dan pelaku industri dalam penyusunan skema tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini penting agar program berjalan efektif di lapangan dan tepat sasaran.
Partisipasi aktif dari asosiasi diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara regulator dan pabrikan. Dengan begitu, potensi hambatan teknis maupun administratif dalam penyaluran insentif bisa diantisipasi sejak dini.