Lurah Baru Ilir Balikpapan Imbau Orang Tua Rutin Bawa Balita ke Posyandu, Deteksi Dini Stunting Lewat Penimbangan Bulanan

Penulis: Uki Damayanti  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:28:48 WIB
Lurah Baru Ilir Balikpapan, Junaidi, mengimbau orang tua rutin membawa balita ke Posyandu untuk penimbangan bulanan guna deteksi dini stunting.

BALIKPAPAN — Kesadaran orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting. Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, pun terus mendorong warganya agar tidak melewatkan jadwal penimbangan balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang digelar rutin tiap bulan.

Lurah Baru Ilir, Junaidi, menyebut kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga lingkar kepala merupakan metode sederhana namun efektif untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak sesuai usianya. Jika ditemukan indikasi penurunan berat badan atau pertumbuhan yang tidak normal, penanganan bisa segera dilakukan.

Mengapa Kehadiran Orang Tua di Posyandu Setiap Bulan Begitu Penting?

Menurut Junaidi, kehadiran orang tua di Posyandu bukan sekadar formalitas mengisi buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Momen ini menjadi ruang konsultasi langsung antara orang tua dengan kader maupun petugas kesehatan. Keluhan soal nafsu makan, pola tidur, atau perkembangan motorik anak bisa langsung dijawab di tempat.

“Posyandu memiliki peran yang sangat penting. Kami mengajak seluruh orang tua yang memiliki balita agar rutin datang setiap bulan untuk mengikuti penimbangan dan pemeriksaan tumbuh kembang anak,” ujar Junaidi, Jumat (7/8/2026).

“Kalau ada penurunan berat badan atau pertumbuhan anak tidak sesuai usianya, bisa langsung diketahui sejak dini sehingga penanganannya lebih cepat. Itu sebabnya kami terus mengimbau masyarakat agar aktif memanfaatkan Posyandu,” tegasnya.

Kader Posyandu: Garda Terdepan yang Menghubungkan Warga dan Puskesmas

Di balik suksesnya pelayanan Posyandu, Junaidi mengapresiasi dedikasi para kader yang bekerja secara sukarela. Mereka tidak hanya bertugas menimbang balita, tetapi juga aktif melakukan pendataan, mengingatkan jadwal kegiatan kepada warga, hingga memberikan penyuluhan tentang pola asuh dan gizi.

“Kader Posyandu adalah mitra pemerintah di lapangan. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat menjangkau seluruh balita di lingkungan masing-masing,” ungkap Junaidi.

Peran kader ini dinilai vital, terutama dalam menjaring anak-anak yang orang tuanya mungkin enggan atau lalai datang ke Posyandu. Dengan pendekatan personal dari kader, diharapkan tidak ada balita yang terlewat dari pemantauan.

Bukan Hanya Timbang Badan: Posyandu Juga Pusat Edukasi Gizi dan Pola Asuh

Lebih dari sekadar penimbangan, kegiatan Posyandu di Baru Ilir juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua. Materi yang disampaikan mencakup pemberian makanan bergizi, pentingnya imunisasi lengkap, pola asuh yang baik, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga.

Pemerintah Kelurahan Baru Ilir berkomitmen mendukung penuh kegiatan ini melalui koordinasi intensif dengan Puskesmas, Tim Penggerak PKK, serta para ketua RT. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas cakupan layanan dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal informasi.

“Kami ingin seluruh balita di Baru Ilir tumbuh sehat, aktif, dan mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkala. Untuk itu diperlukan peran orang tua agar tidak melewatkan jadwal Posyandu setiap bulan,” tandas Junaidi.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, dan orang tua, upaya mencetak generasi bebas stunting di Balikpapan Barat diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: inibalikpapan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top