KALIMANTAN TIMUR — Lu Tian, general manager lini produk Dynasty Series BYD, mengonfirmasi bahwa unit Qin Max sudah mulai berdatangan ke sejumlah dealer. Ia menyebut model ini dirancang khusus sebagai "sedan fast charging segmen B yang benar-benar berbeda untuk anak muda". Posisinya di atas Qin L yang selama ini bersaing langsung dengan Tesla Model 3 di pasar China.
Kepastian itu muncul setelah dokumen persetujuan penjualan dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) dirilis beberapa waktu lalu. BYD sendiri belum membeberkan detail lengkap spesifikasi, tetapi antusiasme publik di media sosial China sudah tinggi sejak beberapa pekan terakhir.
Dari data MIIT, Qin Max punya panjang 4.866 mm, lebar 1.880 mm, dan tinggi 1.495 mm dengan jarak sumbu roda 2.790 mm. Sebagai pembanding, Tesla Model 3 tercatat memiliki panjang 4.720 mm dan wheelbase 2.875 mm. Artinya, Qin Max lebih panjang namun jarak rodanya sedikit lebih pendek ketimbang Model 3.
Model ini bakal ditawarkan dalam dua pilihan powertrain: listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV). Untuk versi EV, BYD menyiapkan dua opsi motor listrik dengan tenaga berbeda:
Teknologi yang paling disorot dari Qin Max adalah sistem flash charging yang dipadukan dengan generasi terbaru Blade Battery 2.0. BYD mengklaim kendaraan dengan sistem ini bisa mengisi daya dari 10 persen ke 97 persen hanya dalam sembilan menit. Untuk pengisian dari 10 persen ke 70 persen, waktunya bahkan lebih singkat, sekitar lima menit.
Jika klaim itu akurat, waktu pengisiannya setara dengan durasi berhenti di SPBU untuk kendaraan konvensional. Ini menjawab salah satu kekhawatiran terbesar pengguna kendaraan listrik di Indonesia: lama ngecas.
Secara visual, Qin Max tetap mempertahankan bahasa desain khas keluarga Qin. Bagian depan memakai grille tertutup dengan lampu utama LED ramping, plus lampu LED membentang penuh di bagian belakang. Dari profil samping, bentuknya memang mirip dengan Tesla Model 3.
Di dalam kabin, BYD menyematkan layar sentuh besar untuk infotainment di tengah, panel instrumen digital yang lebih kecil, pengisi daya nirkabel untuk ponsel, serta setir dua palang. Seperti model-model BYD terbaru lainnya, Qin Max diperkirakan mengusung sistem keselamatan aktif God's Eye B yang mencakup fitur ADAS.
Peluncuran Qin Max datang setelah kesuksesan Qin L EV yang dibanderol mulai 119.800 yuan atau sekitar Rp 1,9 miliar dengan kurs Rp 16.000. BYD mengklaim Qin L EV terjual lebih dari 10.000 unit hanya dalam pekan pertama peluncurannya tahun lalu.
Dengan hadirnya Qin Max yang lebih besar dan dilengkapi flash charging, BYD jelas ingin memperkuat dominasinya di segmen sedan listrik China. Informasi lebih lengkap soal harga dan ketersediaan di pasar global, termasuk kemungkinan masuk Indonesia, masih menunggu pengumuman resmi BYD bulan depan.