PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis IoT di Cilacap, Targetkan 35 Ribu Pohon Lestari

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:46:16 WIB
PLN EPI meresmikan rumah pembibitan mangrove berbasis IoT di Cilacap untuk mendukung pelestarian 35 ribu pohon.

KALIMANTAN TIMUR — Peresmian yang bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia ini bukan sekadar seremoni. PLN EPI menghadirkan sistem sirkulasi air yang meniru pola pasang surut alami, dilengkapi instalasi kelistrikan, pompa air, dan jaringan perpipaan. Teknologi ini memungkinkan pengaliran air berjalan otomatis dan terjadwal, serta bisa dipantau dari genggaman tangan.

"Momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat bahwa pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, dalam keterangan resminya, Rabu (29/7).

Mengurangi Beban Kerja Manual, Meningkatkan Kualitas Bibit

Sebelumnya, kelompok pengelola rumah bibit harus mengecek dan mengalirkan air secara manual. Kini, dengan sistem IoT, pekerjaan tersebut tergantikan. Air mengalir sesuai jadwal, penggunaan air lebih efisien, dan perawatan bibit lebih optimal.

Ketua Kelompok Rumah Bibit Mangrove Desa Bunton, Kasiman, merasakan langsung manfaatnya. "Dengan adanya sistem sirkulasi air berbasis listrik dan IoT, pekerjaan kami menjadi lebih ringan, lebih teratur, dan lebih efisien. Kami juga lebih mudah memantau kondisi rumah bibit sehingga kualitas bibit yang dihasilkan semakin baik," katanya.

Desa Bunton sendiri memiliki lebih dari 35 ribu pohon mangrove yang telah ditanam. Kawasan ini berperan vital dalam mengurangi abrasi, melindungi garis pantai, dan menyerap karbon sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Sinergi untuk Ketahanan Pesisir dan Ekonomi Warga

Camat Adipala, Firadus Azy Mutia, mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperkuat konservasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan rumah pembibitan yang lebih produktif. Bibit berkualitas yang dihasilkan bisa memasok program rehabilitasi pesisir di masa mendatang.

Dukungan infrastruktur kelistrikan menjadi fondasi penting dalam optimalisasi teknologi ini. Manager PLN UP3 Cilacap, Aditya Setyawan, berharap kehadiran listrik tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya berbagai inovasi pelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Achmad Nuralaeli, menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir. "Penerapan teknologi dalam pengelolaan rumah pembibitan mangrove akan meningkatkan kualitas bibit, mempercepat rehabilitasi ekosistem pesisir, serta memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim," jelasnya.

Program ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN EPI. Perusahaan menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya soal penyediaan energi primer yang andal, tetapi juga aksi nyata yang memperkuat ketahanan ekosistem dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Bagi PLN EPI, menjaga ketahanan energi nasional berarti juga menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top