Otorita IKN Siapkan 4 Tower Khusus Perempuan di HPK 2, 716 Pekerja Wanita Dapat Hunian Terpisah

Penulis: Zaki Mubarak  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:03:01 WIB
Empat tower khusus perempuan di HPK 2 disiapkan Otorita IKN untuk menampung 716 pekerja wanita.

NUSANTARA — Sebanyak 716 pekerja perempuan yang terlibat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara kini menempati hunian terpisah dari pekerja laki-laki. Otorita IKN mengalokasikan empat tower khusus perempuan di kawasan HPK 2 dari total 35 tower yang tersedia.

Jumlah tersebut setara dengan 16,6 persen dari keseluruhan penghuni HPK yang mencapai 4.302 orang. Sisanya, sebanyak 3.586 pekerja atau 83,4 persen, merupakan laki-laki yang tersebar di tower-tower lainnya.

Aturan Ketat: Pekerja Laki-laki Dilarang Masuk Tanpa Pengawalan

Pemisahan area hunian ini bukan sekadar pembagian blok. Otorita IKN menerapkan aturan akses yang ketat untuk menjaga privasi dan rasa aman penghuni perempuan.

Nirwana, Petugas Keamanan Perempuan HPK 2, menegaskan bahwa pekerja laki-laki tidak diperbolehkan memasuki tower perempuan tanpa didampingi petugas keamanan. Aturan ini dibuat agar penghuni merasa nyaman, tertib, dan aman selama menjalani masa kerja di kawasan pembangunan Nusantara.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib dan aman,” kata Nirwana.

Pengamanan Berlapis: Petugas Perempuan hingga CCTV

Sistem keamanan di kawasan HPK tidak hanya mengandalkan pemisahan hunian. Otorita IKN menempatkan petugas keamanan perempuan di area hunian khusus tersebut, sementara penempatan petugas housekeeping juga disesuaikan dengan gender dan lokasi kerja.

Untuk area publik, kamera pengawas atau CCTV dipasang sebagai bagian dari sistem pemantauan. Tata tertib penghuni turut diberlakukan guna menjaga ketertiban dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh pekerja yang berlatar belakang profesi beragam—mulai dari pekerja konstruksi, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan.

Penghuni: Aktivitas Sehari-hari Lebih Nyaman

Sri, salah seorang penghuni HPK yang telah tinggal sekitar satu tahun, mengaku langsung ditempatkan di area hunian perempuan sejak awal kedatangannya. Menurutnya, penempatan tersebut membuat aktivitas sehari-hari jauh lebih nyaman karena area tempat tinggal tidak bercampur dengan penghuni laki-laki.

“Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman,” ujar Sri.

Ia menilai rasa aman merupakan kebutuhan penting bagi setiap penghuni. Lingkungan tempat tinggal yang nyaman memungkinkan pekerja beristirahat dengan tenang setelah menjalankan aktivitas pembangunan IKN.

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN Cakra Nagara menyebut aspek keamanan dan kenyamanan menjadi bagian penting dalam pengelolaan HPK. Mengingat penghuni berasal dari berbagai profesi dan latar belakang, pengelolaan hunian dirancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan,” ujar Cakra di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (23/7/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Otorita IKN membangun ekosistem pendukung pembangunan Nusantara. Dengan fasilitas hunian, pengamanan, tata tertib, serta pengelolaan yang responsif gender, para pekerja diharapkan dapat menjalankan tugasnya dalam lingkungan yang layak dan mendukung produktivitas.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: gerbangkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top