KALIMANTAN TIMUR — Kekalahan telak itu memupus harapan Prancis untuk pulang dengan medali perunggu. Inggris tampil dominan sejak awal, memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan lawan yang tampil di bawah standar.
Adrien Rabiot tidak menahan diri saat menilai performa timnya. Ia menyoroti banyaknya kesalahan umpan dan keputusan ceroboh yang membuat Prancis kehilangan kendali pertandingan.
“Permainan kami memalukan, juga ceroboh. Kami tidak pantas menang dengan cara bermain seperti ini,” ujar Rabiot seusai laga, seperti dikutip media Prancis.
Pernyataan ini menunjukkan kekecewaan mendalam di kubu Les Bleus. Sebagai pemain senior, Rabiot merasa tim nasional gagal menunjukkan identitas permainan yang solid di momen krusial.
Kesalahan individu di lini belakang menjadi awal petaka. Inggris dengan cepat mengonversi peluang menjadi gol, membuat pertahanan Prancis kewalahan sepanjang babak pertama.
Statistik mencatat Inggris unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan tepat sasaran. Serangan balik cepat The Three Lions menjadi mimpi buruk bagi barisan pertahanan Prancis yang kerap kehilangan posisi.
Dua gol cepat di babak pertama memaksa Prancis bermain mengejar ketertinggalan. Namun, upaya mereka untuk menyamakan kedudukan selalu kandas oleh disiplin tinggi lini tengah Inggris.
Prancis datang ke laga ini dengan status unggulan. Namun, performa di lapangan jauh dari ekspektasi. Rabiot menilai timnya kehilangan fokus setelah gagal di semifinal.
“Kami sudah bicara sebelum pertandingan untuk bangkit, tapi di lapangan eksekusinya buruk. Ini tanggung jawab kami semua,” tambahnya.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Didier Deschamps. Mereka harus mengevaluasi ulang mentalitas tim menjelang turnamen besar berikutnya.
Hasil buruk di perebutan posisi ketiga bisa memicu perubahan besar di tubuh federasi. Deschamps kemungkinan akan merotasi pemain muda ke dalam skuad utama untuk Piala Eropa mendatang.
Rabiot menegaskan, “Kami tidak bisa terus bermain seperti ini. Jika ingin bersaing di level tertinggi, mentalitas harus berubah.”
Prancis kini harus kembali ke meja gambar. Kritik terbuka dari pemain inti seperti Rabiot menjadi alarm bagi pelatih untuk segera membenahi kelemahan fundamental tim.